Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

EKONOMI

26 Januari 2023

14:05 WIB

Presiden: Tekanan Pandemi Covid-19 Buat Semua Lini Bekerja

Kepala negara mengatakan keputusan untuk memutuskan kebiijakan penerapan lockdown di Indonesia akibat pandemi covid-19 ditempuh cukup alot.

Penulis: Khairul Kahfi,

Editor: Fin Harini

Presiden: Tekanan Pandemi Covid-19 Buat Semua Lini Bekerja
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (26/1/2023). Antara Foto/Akbar Nugroho G

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut, semua pihak mampu bekerja di tengah tekanan Ketika pandemi covid-19 merebak di Indonesia. Hal ini pun menjadi pemandangan yang belum pernah dirinya lihat sebelum-sebelumnya.

Ia juga menilai, pagebluk covid-19 sendiri merupakan tantangan dan persoalan sangat berat yang mesti dihadapi oleh Indonesia. Pasalnya, tidak ada pakem, standar dan pengalaman untuk dapat bertahan hingga sukses melewati adang pandemi.

“Saya melihat semuanya bekerja karena tertekan oleh persoalan dan masalah… itu yang tidak saya lihat sebelum-sebelumnya. Sebagai pengamat, ternyata kalau kita ingin semua bekerja memang harus ditekan dulu oleh persoalan, problem dan tantangan,” sebutnya dalam Rakornas PC-PEN, Jakarta, Kamis (26/1).

Atas itu semua, dirinya mengapresiasi seluruh jajaran dari tingkat pusat sampai ke desa yang telah bekerja keras menangani pandemi maupun mengatasi ekonomi di tiga tahun terakhir ini. Hal ini merupakan buah dari manajemen yang secara makro-mikro dilakukan semua orang dengan sangat efektif.

Baca Juga: Hadapi Ketidakpastian 2023, Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Utama

Kepala negara pun mengingat, keputusan untuk memutuskan kebiijakan penerapan lockdown di Indonesia akibat pandemi ditempuh cukup alot. Saat menjalani rapat terbatas pun, jajaran menteri pun sekitar 80%-nya mendukung untuk menerapkan lockdown di Indonesia, berkaca pada banyak negara yang menerapkan hal sama.

Keputusan ini pun sempat didukung oleh DPR hingga partai-partai di Indonesia. Namun, berbagai tekanan dan krisis tersebut jika ditempuh tergesa-gesa dapat membuat kebijakan yang diterapkan Indonesia menjadi keliru.

Jika saja kebijakan ini ditempuh, dalam 2-3 pekan selanjutnya, mereka sudah tidak bisa mencari nafkah atau memiliki peluang minim karena semuanya terpaksa ditutup. Apalagi, jika negara tidak bisa memberikan bantuan kepada rakyat.

“Apa yang terjadi? Rakyat pasti rusuh, itu yang kita hitung, sehingga kita putuskan saat itu tidak lockdown,” jelasnya. “Saya sampai semadi tiga hari untuk memutuskan, apakah kita harus lockdown atau tidak, karena memang betul sangat tidak memiliki pengalaman semuanya mengenai ini, dan ditekan dari sisi pandemi,” sebutnya. 

Belum lagi, pada saat yang sama, Indonesia juga tertekan dari sisi ekonomi atau fiskal. Saat itu, pendapatan negara anjlok hingga 16%, padahal belanja yang digelontorkan harus naik hingga 12%.

Sebagai informasi, Kemenkeu mencatat, pada 2020 pendapatan yang diterima Indonesia hanya sebesar Rp1.647,8 triliun, atau terbilang lebih kecil daripada porsi belanja yang dikeluarkan sampai Rp2.595,5 triliun.

“Kesulitan-kesulitan seperti ini memberikan pengalaman besar kepada kita semuanya, kepada gubernur, bupati, walikota, hingga TNI dan Polri,” urainya.

Baca Juga: Kemenkes Sebar 40 Juta Undangan Vaksinasi Booster Kedua

Jokowi juga mengapresiasi jajaran TNI-Polri yang sudah menyukseskan kebijakan vaksin pemerintah pusat covid-19 kepada masyarakat di penjuru Indonesia. Apalagi, upaya ini juga dibarengi dengan tugas utama terkait pertahanan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Total vaksin yang sudah disuntik di Indonesia sebanyak 448 juta dosis bukan persaoalan gampang. Ditambah kondisi geografis Indonesia yang tidak mudah.

“Semuanya dilalui untuk mencapai rakyat mau disuntik. Artinya apa? Itu pekerjaan yang memerlukan sinergi yang sangat baik dan itu semuanya bisa kita lakukan. Kita lihat TNI dan Polri bekerja melampaui tugas intinya, ke kampung-kampung mengajak rakyat untuk mau divaksin bukan pekerjaan mudah,” pungkasnya. 


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER