Wapres Ma'ruf Imbau Silaturahmi Dengan Teknologi | Validnews.id

Selamat

Sabtu, 27 November 2021

BERSAMA BIJAK TANGGAPI BENCANA
20 Mei 2020|18:45 WIB

Wapres Ma'ruf Imbau Silaturahmi Dengan Teknologi

Pemerintah Kota Bogor pastikan salat Idulfitri di rumah

Oleh: Agung Muhammad Fatwa

Wapres Ma'ruf Imbau Silaturahmi Dengan Teknologi Ana Palupi Lestari, seorang pekerja migran Indonesia melakukan panggilan video (video call) dengan orang tuanya Apsari di Desa Sumberkolak, Panarukan, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (13/2/2020). ANTARAFOTO/Seno

JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta di Lebaran kali ini, masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam bersilaturahmi sebagai ganti dari tradisi mudik. Ma’ruf Amin juga meminta masyarakat untuk tidak khawatir kehilangan masa libur Idulfitri. Pemerintah akan menggantinya pada libur Iduladha di akhir Juli mendatang.

“Sekarang ini kita bisa melakukan tanpa harus bertemu, dan ini juga bantuan teknologi sehingga silaturahimnya tidak hilang,” kata Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta, Rabu (20/5).

Ma’ruf yang juga pucuk pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyerukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, masyarakat yang terkena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak harus pulang kampung untuk merayakan Idulfitri.

“Ada media yang bisa menghubungkan kita dengan orang tua, dengan tetangga dengan saudara-saudara kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mematuhi imbauan Pemerintah supaya tidak mudik atau pulang kampung. Tujuannya, adalah agar rantai penyebaran covid-19 bisa terputus dan ditekan secepatnya.

“Insyaallah pemerintah akan menggeser libur Lebaran ini mungkin libur panjangnya nanti ke Iduladha. Mudah-mudahan Iduladha nanti (virus) Corona-nya sudah hilang sehingga kita bisa bertemu dan bersilaturahmi,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi meminta warga mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak mudik dan merayakan Lebaran di rumah saja guna meminimalkan risiko penularan covid-19.  Kementerian Agama pada 12 Mei 2020 sudah menyampaikan imbauan perihal perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah. Saat ini pelonggaran pembatasan kegiatan sosial dan keagamaan belum memungkinkan dilakukan karena dikhawatirkan bisa menimbulkan lonjakan kasus covid-19.

"Jangan mudik, Salat Id di rumah saja, Lebaran di rumah saja, silaturahmi via medsos, tetap protokol kesehatan," katanya di Jakarta, Selasa, setelah mengikuti rapat lewat telekonferensi video mengenai persiapan perayaan Idulfitri 1441 Hijriah.

Dia juga mengimbau warga mematuhi ketentuan pemerintah perihal penanggulangan wabah dengan tidak menyelenggarakan kegiatan keagamaan berjemaah yang menghadirkan banyak orang seperti salat Id. "Kita hendaknya taat pada UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan wilayah, pembatasan kegiatan keagamaan, untuk dilakukan di rumah sendiri," katanya.

Di Bogor,  Pemerintah Kota Bogor bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor beserta sejumlah organisasi keagamaan sepakat bahwa pelaksanaan Salat Idulfitri 1441 Hijriah, pada 24 Mei mendatang, dilaksanakan di rumah masing-masing.

"Soal pelaksanaan salat Id, sudah disepakati untuk dilaksanakan di rumah masing-masing. Kesepakatan tersebut akan segera dituangkan dalam bentuk SKB (surat keputusan bersama)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melalui telepon selulernya kepada Antara di Kota Bogor, Rabu.

Dedie A Rachim yang dikutip dari Antara, mengatakan bahwa Salat Idulfitri Tahun 2020 ini dilaksanakan di rumah masing-masing, tidak ada salat id di masjid atau lapangan karena akan menimbulkan kerumunan. Rancangan surat soal ini sudah dibuat dan hari ini mulai ditandatangani oleh Wali Kota Bogor, pimpinan forkopimda, maupun pimpinan organisasi keagamaan di Kota Bogor.

Dalam SKB soal Pelaksanaan Salat Id tersebut, menurut Dedie, juga mengatur larangan adanya konvoi takbir keliling pada malam lebaran.

Pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya di rumah ibadah, menurut dia, baik di masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng, yang dilakukan dengan berkumpul dapat berpotensi terjadi penularan virus corona.(Rikando Somba)

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER