Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

19:35 WIB

Vidio Laporkan Penyedia STB Yang Catut Logo Dan Konten

Pelaporan ini merupakan bentuk komitmen Vidio dalam memerangi pembajakan

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

Vidio Laporkan Penyedia STB Yang Catut Logo Dan Konten
Ilustrasi menonton TV digital. Shutterstock/dok

JAKARTA - Penyedia layanan streaming di Indonesia, Vidio, melaporkan salah satu penyedia Set Top Box (STB) bernama Welhome ke Polda Banten. Laporannya terkait dugaan pencatutan logo dan konten milik Vidio secara ilegal.

Pelaporan ini merujuk pada ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, atas tuduhan pencatutan logo dan konten secara ilegal.

“Pelaku pembajakan melalui produk jenis Set Top Box ini merupakan pelanggaran skala besar dikarenakan tidak hanya melanggar pasal hak cipta namun juga dengan UU ITE dan UU tentang Merek”, ujar Kuasa Hukum Video, Ignatius Patar dalam keterangannya, Jumat (23/9).

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan UU No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, serta UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Vidio adalah pemilik dan/atau pemegang lisensi atas setiap konten tayangan yang tersedia pada platformnya. 

Maka, selaku pemilik merek dan/atau pemilik/pemegang hak cipta, Vidio memiliki hak untuk melarang pihak-pihak lain melakukan pendistribusian atau penayangan konten milik Vidio tanpa persetujuan. 

Namun, pada produk STB yang sudah beredar di e-commerce ini sudah tertanam aplikasi Vidio yang tidak ada sama sekali hak sah untuk memakai logo maupun konten di dalam aplikasi-nya. 

“Klien kami telah memiliki bukti-bukti yang memadai sehubungan dengan dugaan perbuatan dari pihak-pihak tersebut,” ucapnya.

Ignatius menyebut, berdasarkan laporan yang dilayangkan kepada pihak kepolisian, diperkirakan ada lebih dari 200 konten milik Vidio yang telah ditayangkan dan didistribusikan oleh STB Welhome tanpa izin. 

Vidio mengklaim bahwa kerugian yang diderita mencapa ratusan miliar, dikarenakan biaya produksi dan lisensi atas pembelian konten yang cukup tinggi. Ditambah dengan ikatan perjanjian yang sah dengan pihak pemilik lisensi terkait di dalam maupun luar negeri. 

“Selain itu, Vidio juga mengalami kerugian luar biasa akibat pendistribusian produk STB ini secara masif melalui berbagai platform e-commerce dan toko-toko elektronik,” imbuh Ignatius. 

Laporan polisi yang dilayangkan tanggal 8 September 2022 lalu ini telah masuk ke tahap penyidikan. Polisi juga sudah melakukan penggeledahan barang bukti atas Gudang STB Welhome di Tangerang, Banten. 

Ignatius menyampaikan, pelaporan ini merupakan bentuk komitmen Vidio dalam memerangi pembajakan. Ia berharap dengan adanya pelaporan ini bisa menjadi pelajaran bagi oknum serupa agar tidak mencari keuntungan dengan cara ilegal. 

Karena sanksi dan ancaman hukuman yang diberikan juga cukup berat yaitu ancaman pidana hingga 10 tahun hingga dikenakan denda paling banyak Rp4 Miliar.

“Vidio juga hendak menghimbau masyarakat untuk ikut serta melaporkan tindakan pembajakan atas hak intelektual milik Vidio, dengan mengirimkan laporan ke email piracy@vidio.com," tutur Ignatius. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER