Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

KESRA

22 Juli 2021|19:34 WIB

Tunda Kehamilan Di Waktu Pandemi

Jika ibu hamil dengan komorbiditas terpapar covid-19, persalinan bisa terjadi sebelum waktunya atau prematur.

Oleh: Rikando Somba

ImageIlustrasi ibu hamil. Shutterstock/Dok

JAKARTA – Pasangan yang tengah dalam usia subur, sebaiknya menunda kehamilan di saat pandemi ini. Ada risiko-risiko berat yang bisa terjadi pada ibu hamil ketimbang mereka yang tidak, jika terpapar virus covid-19. 

"Pada pasangan usia subur kami mendorong pasangan untuk menunda kehamilan. Dalam kondisi ini kita tidak tahu kapan terkena atau tidak terpapar karena virus ada dimana-mana," ujar Guru Besar Ilmu Obgyn Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dwiana Ocviyanti   dalam sebuah webinar memperingati Hari Kependudukan Dunia di Jakarta, Kamis (22/7).

Dwiana menguraikan, ibu hamil memiliki risiko yang lebih tinggi daripada yang tidak hamil jika terpapar corona. Apalagi, mereka yang mempunyai komorbiditas seperti anemia. 

Potensi ibu hamil anemia sendiri cukup besar di negeri ini. Jika ibu hamil terpapar covid-19 dengan komorbiditas, persalinan bisa terjadi sebelum waktunya atau prematur.

"Ingat. Sekitar 50% ibu hamil di Indonesia itu mengalami anemia, risikonya jauh lebih tinggi," ucapnya.

Dan, dengan kondisi prematur, maka ada potensi besar risiko stunting pada bayi. “Jadi bukan hanya masalah gizi, kalau ibunya sakit dan tidak mendapatkan oksigen yang cukup maka anak berpotensi mengalami stunting," jelasnya.

Meski demikian, Dwiana Ocviyanti mengatakan, bagi ibu yang sedang hamil, maka keluarga harus mendampingi agar jangan sampai mempunyai penyulit saat akan melahirkan.  

"Ibu hamil dan keluarga harus paham sedang berada di zona mana, laksanakan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

 

Ibu Hamil dan Anak
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy pada kesempatan berbeda mengatakan, keprihatinannya atas banyaknya kalangan ibu hamil dan anak yang terpapar covid. 

"Saya terus terang akhir-akhir ini sangat prihatin karena banyak sekali korban COVID-19 baik dari korban sakit maupun meninggal, itu terjadi pada perempuan, khususnya ibu hamil dan anak," ujar Muhadjir dikutip dari Antara, Kamis.

Muhadjir menyerukan agar warga menyadari betul bahwa covid adalah ancaman nyata yang belum ditemukan penanganannya. Oleh karenanya, dia meminta masyarakat tidak lengah dan menyepelekan infeksi virus tersebut.

Dia menyinggung juga, akibat terpapar, ada puluhan ibu hamil yang harus menjalani operasi sesar. Begitu pula soal bayi yang juga tertular dari ibunya. "Saya menyaksikan sendiri seorang bayi yang baru keluar dari rahim ibunya, harus masuk ke inkubator dan dipasang ventilator," ujar dia.

Karenanya, dia menegaskan agar masyarakat senantiasa menjaga diri sendiri, lingkungan, serta sanak saudara dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA