Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|20:45 WIB

RI Tawarkan 3 Poin Kerja Sama Dengan Amerika Latin

Perlu dijajaki pengakuan sertifikat vaksin antara Indonesia dan negara-negara Amerika Latin dan Karibia

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageMenteri Luar Negeri Retno Marsudi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.

JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi, mengajak negara-negara Amerika Latin dan Karibia memperkuat hubungan kerja sama, khususnya di bidang ekonomi.

Menurut Retno, hubungan kerja sama ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali kondisi perekonomian pascacovid-19 di Indonesia serta negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

"Untuk tujuan ini, izinkan saya untuk menawarkan tiga poin tentang bagaimana Indonesia dan Amerika Latin-Karibia dapat lebih memperkuat hubungan ekonomi," kata Retno saat membuka penyelenggaraan Indonesia-Latin America and the Carribean (INA-LAC) Business Forum secara virtual, Kamis (14/10).

Adapun poin pertama, jelas Retno, yakni memperkuat upaya untuk menghubungkan kembali ekonomi.

Retno mengatakan, berbagai pembatasan akibat pandemi covid-19 telah menghambat interaksi bisnis dan pergerakan banyak orang. Untuk itu, harus ada langkah serius untuk membuka kembali pembatasan tersebut dengan aman, yakni dengan memfasilitasi koridor perjalanan bisnis dengan protokol kesehatan yang ketat. Ke depannya, hal ini juga bisa dilakukan untuk tujuan pariwisata. 

Untuk mencapai hal tersebut, sambung Retno, perlu dijajaki saling pengakuan sertifikat vaksin antara Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

Poin kedua, memperdalam kerja sama industri kreatif, ekonomi digital, dan konektivitas.

Retno menjelaskan, ekonomi kreatif berperan besar dalam meningkatkan taraf hidup dan mengurangi kemiskinan baik di Indonesia, Amerika Latin maupun Karibia. Industri kreatif juga memiliki daya tahan tinggi karena menunjukkan pertumbuhan yang cukup besar selama pandemi. Pada saat yang sama, ekonomi digital juga berkembang.

"Teknologi digital dan informasi telah menjadi pendukung penting bagi kelangsungan bisnis," ujar Retno.

Ketiga, menjalin kemitraan tentang ekonomi hijau. Menurut Retno, negara-negara Amerika Latin dan Karibia memiliki aspirasi dan komitmen yang sama dalam mengurangi emisi karbon global.

Retno menjelaskan, saat ini di Indonesia tengah mendorong perkembangan ekosistem dari kendaraan listrik, termasuk juga energi terbarukan seperti biofuel dan panel surya.

Sektor ini, lanjut dia, dapat berkontribusi tidak hanya dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga untuk pengembangan energi masa depan.

"Oleh karena itu, saya mengundang negara-negara LAC untuk memperkuat kerja sama investasi di ekonomi hijau untuk kepentingan masa depan kita bersama," ujar Retno.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA