Selamat

Jumat, 24 September 2021

13 September 2021|21:00 WIB

Rajutan Pelengkap Kodrati

Dinilai sebagai kegiatan sekadar mengisi waktu. Ribuan penyintas kembali percaya diri

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImagePayudara rajutan dibuat untuk menimbulkan lagi kepercayaan diri survivor kanker payudara yang telah melakukan Mastektomi. Sumber foto: Knitted Knockers Indonesia/dok

JAKARTA – Anak kedua lahir. Hidup Rika Dewi (31), bersama suami, sebagai keluarga terasa sudah lengkap.

Seiring suka, Rika merasa ada sesuatu dalam tubuhnya. Terutama sakit di bagian payudaranya. Dia tak terlalu ambil pusing dan fokus menyusui anak keduanya. Akan tetapi, lama kelamaan, rasa sakit itu makin meningkat.

Rika memutuskan untuk periksa. Ternyata, pemeriksaan yang dia lakukan juga melewati beberapa tahap. Sampai pada akhir pemeriksaan, dokter menyampaikan hasil analisis medis. Kanker ternyata sudah menggerogoti payudara Rika. 

Saran dokter ahli adalah mastektomi atau pengangkatan jaringan kanker di payudara. Itu berarti pula, dia mesti merelakan payudaranya diangkat. Bahkan, seluruh payudara. Agar kanker tak menyebar, itu saran dokter pada Rika.

“Hari itu seakan semua berakhir, saya tidak tahu lagi apakah saat payudara saya diangkat saya akan tetap dianggap sebagai wanita,” tanya Rika tatkala berbincang dengan Validnews, Minggu (12/9).

Kala itu Rika berusia 28 tahun. Butuh waktu panjang untuk dia berpikir. Antara kehilangan kepercayaan diri karena tak lagi jadi ‘perempuan yang utuh’ atau berpisah dengan keluarga untuk selamanya.

Rika juga khawatir akan sikap dan perasaan suami dan anaknya jika kedua payudaranya diangkat. Muncul ragam pertanyaan di benaknya, akankah suami bakal tetap menganggapnya wanita dan mencintainya? Apakah anak-anaknya akan terbiasa dengan ibu yang tidak memiliki payudara? Hingga pertanyaan, setelah operasi pengangkatan, bakal mempengaruhi dia untuk hamil lagi?

Namun, semua kekhawatiran itu berangsur hilang. Suami tetap memilih untuk ada di samping Rika.  Keluarga besar menguatkannya melakukan mastektomi.

Setelah beberapa lama di rumah sakit dan menjalani operasi, Rika kembali pulang ke rumah. Secara fisik dia sembuh. Namun, Rika mengaku sempat kehilangan kepercayaan diri sebagai wanita.   Yang ada di pikirannya, adalah membuang semua bra yang dimilikinya.  

Rajut Harapan
Saat keputusasaan sebagai seorang wanita terus melilit, satu waktu, saudara iparnya datang dengan sengaja menemuinya. Satu saran dia sampaikan pada Rika. Menggunakan payudara rajutan, itu usulnya.

Payudara rajutan diberikan secara gratis. Dibuat oleh anggota komunitas perajut, yang peduli pada penyitas kanker payudara. Dibagikan secara gratis untuk membantu penyintas terkumpul lagi percaya diri mereka.

Rika tak mau ketinggalan mencoba. Dia mencari tahu komunitas tersebut. Alhasil, dia menemukan nama komunitas Knitted Knockers Indonesia. Rika langsung mendaftar melalui website dan dihubungi oleh komunitas tersebut.

Komunitas itu melakukan verifikasi dari permintaan Rika. Seminggu setelah itu, dua pasang payudara rajutan itu pun sampai ke rumahnya. “Saat menggunakan payudara rajutan itu, saya merasa menjadi wanita kembali, saya punya dua payudara,” ungkap Rika. 

Kini, Rika sudah menggunakan payudara rajutan itu selama kurang lebih dua tahun. Dia berharap wanita lain di luar sana yang juga kehilangan payudara dapat memiliki payudara rajutan ini. Dia meyakini, benda tersebut membantu memulihkan kepercayaan diri mereka.   

Memberi Harapan Baru
Berawal dari kehilangan salah satu anggota keluarganya karena mengidap kanker payudara pada 2016 lalu, Ketua Knitted Knockers Indonesia, Rosalina Lee, mulai berpikir apa yang bisa dilakukan untuk menolong wanita khususnya pengidap kanker payudara. Dia tidak memiliki keahlian khusus kecuali kecintaannya pada merajut. 

“Suatu hari saya iseng membuka YouTube untuk mencari materi belajar merajut, tidak tahu kenapa tiba-tiba saya ketemu tautan rajutan untuk membuat knockers dari Knitted Knockers Amerika,” ungkap wanita yang akrab disapa Rosa kepada Validnews, Jumat (10/9). 

Karena penasaran dengan payudara rajutan, Rosa mencoba untuk membuat. Dia ingat payudara rajutan Rosa pertama selesai awal 2017. 

Ia sempat kebingungan kepada siapa ia memberikan payudara rajutan ini. Rosa pun meminta suaminya untuk menanyakan ke kantor apakah ada rekan kerjanya yang baru melakukan mastektomi?

Setelah mencari tahu, suaminya sampaikan, ada seorang wanita rekan sekantor, sedang cuti kerja selama tiga bulan. “Kami kirim ke kantor untuk diberikan ke rekan kerja suami saya untuk dipakainya, tak lama rekan kerja suami saya mengirimi saya pesan di WhatsApp dan mengucapkan terima kasih,” kata Rosa.

Tersentuh dengan respons rekan kerja suaminya, Rosa semakin bersemangat berbuat. Dia menyebutkan alasan lain yang mendasarinya. Banyak wanita yang melakukan mastektomi itu kehilangan kepercayaan dirinya. 

Dia ingin, mereka sebagai penyintas, mendapatkan kepercayaan diri kembali. “Rasanya kehilangan sesuatu yang penting bagi wanita kan tentu membuat mereka juga kehilangan kepercayaan dirinya,” cetus Rosa.

Komunitas Knitted Knockers Indonesia berkumpul membuat payudara rajutan untuk survivor kanker payuda ra. Sumber foto: Knitted Knockers Indonesia/dok  

Melebarkan Peduli
Selang berjalannya waktu, Rosa mencoba untuk mengajak teman-teman komunitas merajut yang dia ikuti untuk membuat produk sama. Bahkan, dia juga ‘menularkan’ kesadaran ini ke banyak komunitas rajutan.

Sambil memperkenalkan Knitted Knockers Indonesia, mereka mulai bekerja sama dengan komunitas-komunitas kanker payudara di Indonesia. Rosa dan rekan-rekannya mulai memberikan sampel untuk ditawarkan kepada para survivor kanker payudara. 

Rosa menjelaskan, produk ini dibuat dari benang-benang rajutan khusus. Saat ini Knitted Knockers Indonesia hanya merekomendasikan tujuh benang yang bisa digunakan untuk membuat knockers. Jenis benang ini dipilih karena benang-benang ini Ketika di cuci tidak luntur, tidak ciut, tidak berbulu. 

Selain itu benang rajutan ini sangat nyaman untuk digunakan, khususnya bagi orang-orang yang baru menjalani mastektomi. Benang-benang inipun impor dan tersedia di marketplace dengan harga terjangkau mulai dari Rp15 ribu sampai Rp120 ribu. 

“Kita pakai benang import karena Indonesia sendiri belum memproduksi benang dengan kualitas yang cukup bagus untuk membuat knockers,” kata Rosa.

Untuk isian payudara rajutan ini, Knitted Knockers Indonesia menggunakan dakron holyfield yang paling bagus, berwarna putih, dan awet digunakan untuk jangka waktu yang lama. Karena knockers ini permintaan ulangnya hanya bisa dilakukan sekali setiap tahunnya. 

Untuk membuat payudara rajutan, para perajut akan mengikuti pola yang dibuat oleh Knitted Knockers Amerika. Pola-pola ini sudah diterjemahkan oleh salah satu relawan yang juga seorang penyintas kanker payudara.  

Payudara rajutan ini dibuat sesuai dengan cup ukuran cup payudara, yaitu a, b, c, d, e, dan f. Untuk merajut dengan pola ini, umumnya perajut menggunakan dua alat yaitu dengan menggunakan sebuah crochet atau empat knitting. 

Penggunaan dua alat ini memiliki hasil yang berbeda. Kalau menggunakan knitting hasilnya akan lebih rapat seperti baju rajutan. Sementara, menggunakan crochet hasilnya akan berongga. 

Setelah selesai membuat rajutan, biasanya para perajut hanya akan mengirimkan knockers yang sudah mereka buat, ke sekretariat Knitted Knockers Indonesia. Kemudian, dari tempat itu akan memberikan isian dakron holyfield dan mengirimkannya ke penerima.

Hal ini dilakukan karena tidak semua daerah menjual dakron holyfield yang digunakan mereka. Sekaligus, ini dilakukan untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh perajut karena harga dakron holyfield ini tidak murah. 

Cara Sederhana
Sejak berdiri hingga kini, Knitted Knockers Indonesia sudah memiliki 317 relawan. Relawan ini terdiri dari relawan yang merajut, tenaga Kesehatan seperti suster dan dokter yang memberikan sosialisasi soal knockers ke survivor kanker payudara. Ada juga relawan yang memberikan donasi untuk operasional. 

Sementara itu, untuk meminta knockers, semuanya dilakukan melalui website. Setelah mendaftar pihak Knitted Knockers akan melakukan verifikasi dan meminta ukuran cup yang diinginkan, baru dikirimkan ke pengguna. 

Dalam satu paket biasanya terdiri dari dua atau empat pasang knockers sesuai kebutuhan penerima. Dilengkapi juga cara perawatan knockers. Semua knockers dikirimkan secara gratis tanpa dipungut biaya apapaun. 

“Sampai saat ini sudah 7.786 knockers yang terkirim ke seluruh survivor kanker payudara di seluruh Indonesia,” kata Rosa. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER