Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|20:19 WIB

Polisi Gerebek Kantor Penagih Pinjol Ilegal Di Tangerang

Sebanyak 32 orang yang ditangkap akan dikenakan pasal pornografi

Penulis: James Fernando,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi penindakan pinjol ilegal. Shutterstock/dok

JAKARTA – Tim penyidik jajaran Polda Metro Jaya menggerebek sebuah perusahaan penagih pinjaman online (pinjol) PT Indo Tekno Nusantara (ITN) yang terletak di Ruko Crown, Green Lake, Tangerang, Kamis (14/10). Sedikitnya ada 13 perusahaan pinjol yang bermitra dengan perusahaan penyedia jasa penagih itu. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, dari belasan perusahaan pinjol itu hanya tiga yang berstatus legal. 

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap sebanyak 32 orang. Mereka terdiri dari pihak manajemen dan karyawan di perusahaan penagih pinjol tersebut.

"Ada 32 orang diamankan, lokasi akan kami police line dan akan didalami karena ini cukup meresahkan masyarakat," kata Yusri, di lokasi, Kamis (14/10).

Perusahaan penagih pinjol ilegal itu, lanjut Yusri, menggunakan berbagai cara. Utamanya, mendatangi langsung para peminjam kemudian memberikan berbagai ancaman hingga menunjukkan gambar pornografi bila tak membayar angsuran. 

Ancaman itulah yang membuat pengguna jasa ketakutan dan melakukan pembayaran.

"Penagihan kolektor medsos atau telepon dengan ancaman pornografi. Makanya, kami akan kenakan pasal pornografi juga," lanjut Yusri. 

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Auliansyah Lubis mengatakan, para periode Oktober 2021 ini, total telah membongkar 40 kasus pinjol ilegal. 

"Kemarin ada 30 perusahaan pinjol ilegal. Hari ini ada 10 perusahaan ilegal yang kami amankan. Total, ada 40 aplikasi pinjol ilegal yang sudah kami amankan," tutur Auliansyah. 

Yusri menambahkan, pihaknya terus mengedukasi masyarakat agar jangan tergiur dengan tawaran pelaku pinjol ilegal. Meski, dalam praktiknya, para pelaku kerap memberikan tawaran menarik yang membuat masyarakat mudah tergiur. 

Polisi memastikan telah meningkatkan patroli siber guna menutup aplikasi pinjol ilegal. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

"Penegakan hukum juga akan dilakukan secara tegas. Apalagi ada UU Perdagangan, ITE dan KHUP. Maka dari itu, kami akan menerima semua laporan dari masyarakat dan menindaklanjuti," tegas Yusri.

Sebelum menggerebek kantor pinjol di Tangerang, tim penyidik Polda Metro Jaya lebih dulu menggerebek kantor perusahaan pinjol di Ruko Sedayu Square, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu (13/10). Sebanyak, 56 orang karyawan ditangkap dalam penggerebekan itu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan, penggerebekan itu berawal atas adanya keluhan dari masyarakat. 

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Hengki, pihaknya menemukan sindikat pinjol ilegal. Mereka dipastikan ilegal lantaran tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA