Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

13:56 WIB

PN Jakarta Barat Tempat Adili Irjen Teddy Minahasa

Penuntut umum tunggu jadwal sidang dari PN Jakarta barat untuk terdakwa Irjen Teddy Minahasa.

Editor: Leo Wisnu Susapto

PN Jakarta Barat Tempat Adili Irjen Teddy Minahasa
Terdakwa penyalahgunaan narkoba, Irjen Teddy Minahasa (tengah). ANTARA FOTO/Reno Esnir.

JAKARTA – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melimpahkan berkas perkara Inspektur Jenderal (Irjen) Teddy Minahasa dan enam orang tersangka penyalahgunaan narkoba ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, pada Rabu (25/1). 

Asisten Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Anang Supriatna menyatakan, penuntut umum telah selesai membuat dakwaan untuk para tersangka itu. 

“Tim penuntut umum sudah siap dengan surat dakwaannya dan hanya menunggu jadwal penetapan sidang dari pengadilan,” kata Anang, kepada wartawan, Kamis (26/1).

Total ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selai, Teddy Minahasa enam tersangka dalam kasus ini yakni, AKBP Doddy Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto P Situmorang, Linda Pujiastuti, Muhammad Nasir dan Syamsul Maarif.

Tim penyidik menyita sejumlah barang bukti dalam penyidikan perkara ini. Barang bukti yang disita dari tangan Linda Pujiastuti yakni seberat 5,1549 gram sabu. Lalu, barang bukti berikutnya, yakni sabu dari tangan AKBP Dody Prawiranegara yakni 9,8201 gram dan 9,8911 gram.

Sementara itu, barang bukti yang disita dari Kompol Kasranto yakni kristal metamfetamin seberat 9,2534 gram, 9,9284 gram, dan 9,1846 gram. Terakhir barang bukti tersangka dari Muhammad Yasir yakni sisa laboratorium kristal metamfetamin seberat 1,7263 gram dan 0,3465 gram.

Penyidik menyangka para tersangka dengan Pasal 114 ayat 3 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati, seumur hidup dan penjara 20 tahun.

Sebagai pengingat, Teddy Minahasa ditangkap petugas Divisi Propam Polri karena kasus penyalahgunaan narkotika pada 14 Oktober 2022. Penangkapan ini dilakukan tak lama setelah Kapolri menunjuk Teddy Minahasa sebagai Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Nico Afinta.

Namun, buntut kasus narkoba yang membelitnya, Irjen Teddy batal jadi Kapolda Jatim. Pembatalan ini teruang dalam surat telegram rahasia Nomor: ST/2223/X/KEP/2022 Tertanggal 14 Oktober 2022, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri memutuskan Irjen Toni Harmanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan dimutasi jadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Teddy Minahasa. 


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER