Selamat

Jumat, 24 September 2021

15 September 2021|11:02 WIB

Peringatan Dini BNPB Gunakan 2 Komponen

Yakni terbagi atas komponen struktur dan kultur

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageOrangtua mengevakuasi anaknya saat banjir di Rangkasbitung, Lebak, Banten. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, pemerintah sudah menyelenggarakan sistem peringatan dini yang efektif dan masif pada setiap tingkatan, baik nasional, provinsi, kabupaten dan kota bahkan masyarakat.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi mengatakan, langkah pengurangan risiko bencana dan tindak lanjut adalah amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020–2024, sebagai implementasi salah satu strategi pengurangan risiko bencana. 

“Berbicara tentang sistem peringatan dini, tentunya tidak terlepas dari dua komponen utama yaitu komponen struktur serta komponen kultur,” urai Prasinta dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (14/9) malam.

Komponen struktur, jelas dia, merujuk pada infrastruktur pengamatan dan monitoring, seperti yang telah dilakukan oleh lembaga teknis, seperti BMKG dan PVMBG. Sedangkan komponen kultur sebagai diseminasi peringatan dini dan kapasitas masyarakat. 

Lebih lanjut Prasinta menambahkan, untuk komponen struktur, yaitu institusi pemerintah seperti BMKG, PVMBG, Kementerian PUPR sudah memiliki sarana prasarana monitoring yang sudah cukup maju untuk bisa memberikan peringatan kepada para pemangku kepentingan maupun masyarakat. 

"Namun, untuk komponen kultur terkait bagaimana warning bisa sampai ke masyarakat dengan cepat dan tepat serta bagaimana masyarakat harus bertindak terhadap warning yang diberikan masih menjadi pekerjaan rumah besar kita semua, termasuk di dalamnya BPBD," kata dia.

Prasinta menekankan bahwa peran BPBD melalui Pusat Pengendalian Operasi atau Pusdalops menjadi penting. 

Prasinta juga berpesan upaya para pemangku kepentingan untuk dapat menyampaikan informasi maupun melakukan koordinasi yang dibutuhkan untuk aksi dini atau early action di tingkat masyarakat. 

Lebih lanjut, Direktur Peringatan Dini BNPB, Afrial Rosya, menyampaikan bahwa peringatan dini berbasis masyarakat, salah satunya menitikberatkan pada kemampuan merespons. Informasi sebagai suatu peringatan dini itu harus memenuhi parameter, antara lain informasi dipastikan sampai dan dipahami oleh masyarakat. 

“Masyarakat merespons informasi dengan evakuasi ke tempat yang aman,” ujar Afrial.

Afrial mengatakan, BNPB melalui Direktorat Peringatan Dini BNPB selalu menyampaikan surat edaran peringatan dini terkait potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.

BNPB juga secara berkala menginformasikan analisis prediksi banjir melalui laman dan WhatsApp Group. Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh BPBD untuk kesiapsiagaan dan konsolidasi antar para pemangku maupun mitra di tingkat lokal. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA