Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

15:26 WIB

Perempuan Mesti Tanya Jika Diberi Hadiah Dari Pasangan

Hadiah dari pasangan bisa saja gratifikasi dari rekanan atau kenaan pada suami.

Penulis: Muhammad Farhan Adhantyo,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Perempuan Mesti Tanya Jika Diberi Hadiah Dari Pasangan
Ilustrasi pemberian hadiah. tribratanews.polri.go.id.

JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Albertina Ho menganjurkan, setiap perempuan aktif bertanya pada pasangannya jika diberi hadiah.

“Bisa jadi , hadiah itu dari orang lain yang istilah kerennya gratifikasi,” kata Albertina dalam Seminar Road to Hakordia yang diikuti secara daring pada Jumat (25/11).

Dia mengatakan, dengan melakukan hal itu saja, perempuan beri kontribusi mencegah korupsi dengan mengambil peran sebagai pengontrol dalam keluarga.

Dia melanjutkan, kerap mendengar dari pertemuan dengan ibu-ibu, mereka bercerita mendapatkan hadiah dari suami. 

Sementara itu, banyak dari suami menyatakan, jika ATM dan gaji diberikan sepenuhnya kepada istri. 

Menurut dia, wajib bagi para perempuan untuk bertanya terkait asal uang yang didapatkan untuk membeli hadiah.

Dia juga menegaskan bahwa pemberantasan korupsi itu dimulai dengan menerapkan tiga hal dalam keluarga. Ketiga hal tersebut, yaitu dimulai dari diri sendiri, menerapkan sedini mungkin, dan mulai dari hal-hal yang kecil. 

Hal ini dikarenakan perilaku korup itu biasanya mulai dari hal kecil, kemudian menjadi besar.

Dia memberikan contoh perilaku korupsi yang mungkin dianggap sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika istri mengajak anak berwisata dengan izin dari sekolah. Lalu ketika pulang membawakan oleh-oleh untuk guru.

Tanpa disadari bahwa perbuatan tersebut sudah mengajarkan kepada anak tentang perbuatan yang kurang baik. Yaitu, memberikan imbalan atau suap kepada orang lain berupa oleh-oleh. 

Gurunya pun memberikan izin dengan harapan nantinya akan mendapatkan oleh-oleh ketika pulang berwisata.

Albertina membayangkan jika semua perempuan Indonesia mulai sedini mungkin menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anaknya. Maka ada harapan di tahun 2045 dapat lahir generasi yang bebas korupsi.

Kemudian dia juga menyinggung mengenai bentuk-bentuk korupsi yang paling sering dilakukan. Pertama adalah suap. Bentuk yang kedua adalah hadiah. Contohnya, pemberian hadiah satu dus kecil, tapi nilainya luar biasa.

Setelah itu yang lebih sadis adalah pemerasan. Pemerasan ini biasanya dilakukan untuk menghasilkan uang dengan cara menekan orang.

“Secara berjenjang biasa diperas itu,” ucap Albertina.

Selain itu ada bentuk yang lain seperti menyalahgunakan kewenangan. Tindakan ini juga sering digunakan para pejabat, menyalahgunakan kewenangan di proyek, contoh dia. 

Proyeknya nanti nilainya sekian, kemudian meminta fee sekian persen dari nilai proyek.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER