Penyidik Sita Aset Alex Noerdin Cs Senilai Rp90 Miliar | Validnews.id

Selamat

Jumat, 26 November 2021

24 November 2021|13:13 WIB

Penyidik Sita Aset Alex Noerdin Cs Senilai Rp90 Miliar

Total, aset yang disita dari empat tersangka. Jumlah kerugian negara Rp480 miliar

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Penyidik Sita Aset Alex Noerdin Cs Senilai Rp90 MiliarIlustrasi aset hasil korupsi. Ist

JAKARTA – Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus pada Kejaksaan Agung, Supardi mengatakan, penyidik telah menyita aset eks Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel), Alex Noerdin yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019.

“Aset yang disita dari empat tersangka mencapai Rp90 miliar,” sebut dia kepada Validnews, Rabu (24/11).

Selain Alex Noerdin, tersangka lain dalam perkara ini adalah Muddai Madang (MM), Caca Isa Saleh S (CISS), dan A Yaniarsyah Hasan (AYH). 

Namun, nilai aset yang disita itu masih kurang dibanding kerugian negara dalam perkara ini sebesar Rp480 miliar.

Supardi menjelaskan, aset yang disita terdiri dari benda bergerak maupun tidak bergerak. Beberapa aset yang disita adalah sejumlah rekening bank yang sebelumnya diblokir oleh tim penyidik.

Supardi menyebutkan pihaknya tak akan berhenti menelusuri seluruh aset para tersangka yang diperoleh dari hasil korupsi. Penyitaan itu terus berlanjut meski kasus itu telah naik ke persidangan.

“Nanti kalau sudah naik ke persidangan, kita akan serahkan ke penuntut umum untuk uang pengganti,” lanjut Supardi.

Dalam penyidikan kasus ini, tim penyidik terus memeriksa sejumlah saksi. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum pada Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer mengatakan, salah satu saksi yang diperiksa adalah RY, istri dari tersangka Muddai Maddang.

Pemeriksaan terhadap RY bukan kali pertama. Oktober 2021, RY diperiksa terkait TPPU yang menyasar suaminya.

“Diperiksa terkait dengan aliran-aliran dana dan transaksi keuangan tersangka MM,” kata Ebenezer.

Supardi melanjutkan, nama RY ada dalam struktur direksi perusahaan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN). Perusahaan tersebut adalah pihak swasta yang bekerja sama dengan PDPDE Sumsel untuk membentuk badan hukum baru, yakni PDPDE Gas.

Belakangan, perusahaan kongsi bisnis tersebut adalah modus korupsi yang dilakukan para tersangka. Namun terkait RY, kata Supardi, namanya hanya digunakan sebagai alat oleh tersangka MM.

“Dia (RY.red) dimanfaatkanlah sama suaminya,” tambah Supardi.

Dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumsel terjadi pada 2008–2018. Alex Noerdin selaku mantan Gubernur Sumsel, saat menjabat 2008–2018 menyetujui pembentukan PDPDE Gas. Pembentukan PDPDE Gas karena PDPDE Sumsel tak mampu mengelola dan tak memiliki modal.

Padahal perusahaan milik pemerintah daerah tersebut memiliki kemampuan dan modal dalam pembelian dan pengelolaan gas bagian negara yang sudah disetujui Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas).

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER