Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

25 Januari 2023

19:39 WIB

Pemerintah Siapkan Rp32 Triliun Perbaiki Jalan Daerah

Pemerintah ingin meningkatkan persentase jalan daerah di seluruh Indonesia dengan kondisi mantap menjadi 65%. Saat ini jalan dengan kondisi mantap baru mencapai 42%

Editor: Faisal Rachman

Pemerintah Siapkan Rp32 Triliun Perbaiki Jalan Daerah
Ilustrasi. Bus Damri Cabang Mataram melintasi trayek perintis menuju salah satu desa terpencil di Pulau Sumbawa, NTB. dok. Antara/Awaludin

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan total anggaran Rp32 triliun untuk memperbaiki jalan daerah di kabupaten, kota, dan provinsi dalam rangka memperbaiki konektivitas.
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di kawasan Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/1) mengatakan, sesuai target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah ingin meningkatkan persentase jalan daerah di seluruh Indonesia dengan kondisi mantap menjadi 65%. Saat ini jalan dengan kondisi mantap hanya mencapai 42%.
 
“Kita tahu data yang ada sekarang dari sekitar 480 ribu kilometer jalan kabupaten kota di seluruh Indonesia, keadaan yang mantap itu hanya 42% dan dalam RPJMN itu minimal kita ingin mencapai 65% dan 65% itu tentu tidak hanya menjadi beban daerah, tetapi juga menjadi beban kita bersama,” ujarnya.
 
Suharso mengatakan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan dan perbaikan jalan daerah di seluruh kabupaten, kota, dan provinsi.
 
“Tadi telah diputuskan akan ada Inpres untuk jalan daerah yang ruas-ruas jalannya tentu akan diputuskan bersama,” katanya.
 
Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjadi instansi terdepan (leading sector) dalam pembangunan dan perawatan jalan di daerah.
 
Menurut Suharso, di tahap awal, pemerintah pusat akan membantu memperbaiki jalan daerah sepanjang 9 ribu kilometer (km).
 
“Kami akan memulai dengan membantu sekitar hampir sembilan ribu-an kilometer jalan dari yang diusulkan kira-kira sekitar 32 ribu kilometer, tetapi kita tentu readiness kriterianya diuji dan seterusnya,” kata Suharso.
 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kesempatan yang sama mengatakan, Inpres terkait perbaikan jalan daerah ditujukan agar pemerintah pusat dapat membangun pemerintah daerah untuk melancarkan konektivitas.
 
“Itu karena tidak ditangani dengan baik karena anggaran, bukan karena tak ada prioritas, tapi memang anggarannya mahal, kabupaten kota terbatas. Ini yang diinginkan Bapak Presiden supaya kita bisa membantu mempercepat perbaikan jalan-jalan daerah tadi melalui Inpres ini,” ujar Basuki.

Jalan Nasional
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengungkapkan, dalam RPJMN ditetapkan target 97% jalan nasional dalam kondisi baik dan waktu tempuh 1,9 jam untuk setiap 100 km ruas utama.

Hedy berharap Himpunan Pengembang Jalan Indonesia (HPJI) sebagai asosiasi profesi dan mitra Kementerian PUPR, dapat lebih berperan dalam pengembangan jalan. Selama delapan tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, kolaborasi profesional hingga akademisi pengembang jalan, lanjutnya, telah berhasil membangun 5.000 kilometer (km) jalan nasional.
 
Selain itu, lebih dari 1.750 km jalan tol juga telah dibangun dan dioperasikan. Capaian ini 10 kali lipat lebih produktif dibandingkan 36 tahun sebelumnya. Hedy berharap perjalanan pembangunan ini bisa terus memperbaiki peringkat kualitas jalan Indonesia di mata dunia.
 
Data tahun 2019, menempatkan Indonesia pada posisi ke-59 dari 141 negara terkait kualitas jalan. “Kita masih tertinggal dari tetangga. Singapura dan Malaysia pada urutan ke-1 dan ke-21,” kata Hedy.
 
Hedy mengajak para pemangku kepentingan pengembang jalan untuk peduli pada isu-isu terkini. Misalnya, kelengkapan standar konstruksi/pekerjaan jalan, ketepatan metode konstruksi dan pemanfaatan material, kompetensi dan profesionalitas pelaku konstruksi jalan, pengawasan atas penggunaan jalan secara berkesinambungan, hingga estetika.
 
Jalan harus dapat mewujudkan ruang jalan sekitar yang lebih menarik sehingga dapat dinikmati oleh publik dan tidak menjadi gersang dan tak terawat. "Jalan yang berestetika memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan menjadi daya tarik,” ungkap Hedy.
 
Hedy mengungkapkan jalan yang berestetika bisa dicapai dengan menata lanskap ruang milik jalan dengan tanaman hijau, mengurangi sebesar mungkin kerusakan bentang alam, mengendalikan erosi lereng dengan teknik non-struktural (vegetatif) atau kombinasinya dan integrasi desain yang selaras dengan pemandangan alam sekitar.
 
Selain itu, pengembang jalan juga perlu mengakrabkan diri dengan teknologi jalan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ramah lingkungan yang dimaksud yakni penggunaan aspal daur ulang, campuran aspal hangat, dan perkerasan aspal berpori.
 
Begitu juga dengan prinsip jalan berkelanjutan yang ramah terhadap keanekaragaman hayati serta fauna melalui penyeberangan hewan. Hal ini memitigasi dampak kerusakan terhadap habitat dan pola hidup flora dan fauna yang sudah ada lebih dulu di lokasi pembangunan jalan.
 
Kemudian, jalan yang berkelanjutan juga harus berketahanan terhadap bencana alam, termasuk cuaca ekstrim. Mitigasi risiko bencana dan dampak kerusakan menjadi prioritas melalui metode yang tepat dan didukung sistem informasi yang andal.
 
 

 


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER