Pemerintah Larang Perayaan Dan Pawai Tahun Baru 2022 | Validnews.id

Selamat

Jumat, 26 November 2021

23 November 2021|20:27 WIB

Pemerintah Larang Perayaan Dan Pawai Tahun Baru 2022

Pada perayaan Tahun Baru 2022, masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan berkumpul bersama keluarga

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

Pemerintah Larang Perayaan Dan Pawai Tahun Baru 2022Ilustrasi perayaan tahun baru. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

JAKARTA - Pemerintah melarang masyarakat melakukan perayaan dan pawai saat memperingati Tahun Baru 2022. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan yang dapat berpotensi memicu penularan covid-19.

Kebijakan ini diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

"Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan," tulis Inmendagri sebagaimana dikutip Validnews, Selasa (23/11).

Pada perayaan Tahun Baru 2022, masyarakat diimbau untuk tetap tinggal di rumah dan berkumpul bersama keluarga.

Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan, tidak melakukan perjalanan, dan tidak melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengantisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor di akhir tahun. Sebagaimana diketahui, saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah masuk musim hujan. 

Di samping itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah memperingatkan adanya fenomena La Nina yang dapat meningkatkan intensitas hujan. Kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan bencana hidrometeorologi.

"Sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi BMKG," tulis Inmendagri.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA