Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|18:56 WIB

Pemerintah Didesak Sanksi Influencer Pelanggar Aturan Karantina

Dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa kaburnya Rachel Venya juga harus diusut sampai tuntas

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi DPR. Antarafoto

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah agar memberi sanksi pada public figure atau influencer yang kabur dari masa karantina setelah melakukan perjalanan luar negeri. Menurut dia, hal ini agar tidak ada perbedaan sikap dan sanksi kepada seluruh kalangan masyarakat.

"Jika terbukti kabur dari masa waktu yang ditentukan, maka harus diberi sanksi tegas. Jangan ada pembiaran. Apalagi yang melakukan ini seorang public figure yang dijadikan contoh oleh masyarakat," kata Netty dalam keterangan tertulis, Kamis (14/10).

Tindakan dan sanksi tegas ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kecemburuan sosial di masyarakat. Hal ini juga untuk menghindari anggapan pemerintah pilih kasih dalam memberikan sanksi.

Kalau merujuk Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan, sanksi yang diberikan untuk kasus kabur dari tempat karantina ini bisa dikenakan pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000.

“Kalau pemerintah tidak memberikan sanksi yang tegas apalagi cenderung didiamkan, hal ini dapat memicu kecemburuan sosial. Jangan sampai rakyat berpikir bahwa pemerintah pilih-pilih dalam memberikan sanksi," paparnya.

Ketua Tim Covid-19 Fraksi PKS ini mengatakan, pelanggaran prokes oleh tokoh publik telah terjadi beberapa kali dan terkesan dibiarkan. Ia khawatir, hal ini bisa berimbas pada sikap masyarakat luas yang enggan taat terhadap prokes.

Selain itu, kata Netty, dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa kaburnya publik figur tersebut juga harus diusut sampai tuntas. Aparat harus bertindak sebagai pelaksana sekaligus pengawas penerapan aturan.

"Jangan justru membantu pelanggaran. Kejadian ini harus diusut tuntas, jangan dibiarkan. Saya khawatir, sebelumnya telah ada kejadian serupa, namun tidak diketahui publik,” imbuh Netty.

Diketahui sebelumnya, influencer Rachel Venya diduga kabur dari tempat karantina covid-19 setelah pulang dari New York, Amerika Serikat. Rachel bisa kabur karena dibantu oknum aparat TNI yang bertugas di Bandara Soekarno-Hatta.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER