Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

15:51 WIB

Parpol Tak Dominan Dalam Sistem Proporsional Terbuka

Sistem proporsional terbuka kerdilkan peran parpol untuk kaderisasi.

Penulis: Aldiansyah Nurrahman,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Parpol Tak Dominan Dalam Sistem Proporsional Terbuka
Ilustrasi sosialisasi pemilu. Antara Foto/Irfan Anshori

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Arteria Dahlan menyampaikan, sistem pemilihan wakil rakyat proporsional terbuka membuat kehadiran partai politik tidak begitu dominan. Parpol dalam sistem ini hanya sebagai tiket masuk untuk sekedar dapat dipilih menjadi wakil rakyat.

Demikian disampaikan Arteria dalam sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda mendengarkan keterangan DPR, Kamis (26/1).

Pemohon perkara nomor 114/PUU-XX/2022 terkait soal sistem pemilihan legislatif proporsional terbuka.

Arteria sampaikan, sistem proporsional terbuka cenderung bersifat individualistik. Hanya mengedepankan orang per orang, bukan partai politik sebagai institusi maupun giat kolektif.

Dengan sistem proporsional terbuka, tidak ada kebutuhan partai untuk menghadirkan calon wakil rakyat yang berasal dari rahim partai politiknya sendiri. 

Selain itu, dengan sistem ini tidak mensyaratkan dan membutuhkan adanya proses seleksi dan rekrutmen. Tidak ada juga keharusan kaderisasi anggota parpol melalui sekolah partai atau pendidikan politik partai yang selektif dan berkelanjutan sampai kepada derajat ideologis.

"Siapapun, bisa saja terpilih bahkan orang yang baru satu hari pun mendaftar di partai politik bisa saja terpilih menjadi wakil rakyat sepanjang yang bersangkutan memperoleh suara terbanyak. Inilah yang menjadi catatan besar dalam sistem proporsional terbuka," urai Arteria.

Proporsional terbuka membuat tidak adanya kebutuhan untuk menjadikan partai politik sebagai pembentuk pemimpin, sekaligus melahirkan kader-kader yang berideologi partai. Padahal yang membedakan partai yang satu dengan yang partai yang lain adalah terletak pada ideologi partai.

"Sehingga upaya untuk konsolidasi demokrasi semakin jauh panggang dari api," tambah dia.

Sebaliknya, pada sistem proporsional tertutup mendorong peningkatan peranan partai politik dalam kaderisasi yang berbasis sistem perwakilan. Hal ini mendorong proses penguatan institusionalisasi partai politik.

Partai politik akan menjadi episentrum atas seluruh giat-giat politik kader pada semua lini dan semua tingkatan, sehingga partai politik terlihat jelas sebagai basis massa yang menjadi modal dasar bagi hadirnya pilar demokrasi.

"Di samping itu capaian serta penilaian kinerja partai politik dapat dengan mudah dinilai dan dievaluasi secara kasat mata," ucap Arteria.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER