Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

06 Agustus 2022

11:50 WIB

Pantau Anak Gunakan Handphone Untuk Cegah Kekerasan

pantau anak gunakan handphone serta paham akan digital parenting untuk lindungi anak.

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Pantau Anak Gunakan Handphone Untuk Cegah Kekerasan
Ilustrasi aplikasi media sosial. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.

JAKARTA - Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar, meminta agar orang tua memantau penggunaan gadget pada anak, untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak.

“Orang tua dan keluarga terdekat untuk terus memantau anak dalam penggunaan gadget, khususnya saat bermain game online untuk meminimalisasi potensi terjadinya kekerasan seksual,” kata Nahar kepada Validnews, Sabtu (6/8).

Menurut Nahar, orang tua harus selalu mendampingi anak-anak saat menggunakan alat komunikasi. Karena marak kejahatan menyasar anak melalui internet.

Catahu KPAI 2021, kejahatan siber dan pornografi anak mencapai 345 kasus. Terbagi atas pornografi anak, grooming, sexortion, adiksi gadget, hingga cyberbullying, yang dapat berdampak pada psikologis dan tumbuh kembang anak.

Ia pun mendorong agar orang tua memiliki kemampuan digital parenting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak melalui internet. Digital parenting merupakan pengawasan dan pendampingan bagi anak dengan cara membangun ruang diskusi dengan anak, sehingga anak dapat memahami dampak internet bagi kesehatan mental maupun perkembangan fisiknya.

Pemahaman akan digital parenting, menurut Nahar memudahkan orang tua menerapkan pola pengasuhan yang tepat di era digital. Sekaligus mendorong anak memanfaatkan teknologi digital dengan cerdas dan bijak. Serta, membuat anak bisa melindungi dirinya di internet.

Nahar menyebutkan, salah satu contoh kasus kurangnya pengawasan penggunaan gadget yang menyebabkan penculikan anak berusia 15 tahun di Cirebon. Korban pun mengalami kekerasan seksual oleh orang asing yang baru dikenalnya melalui game online.

Pelaku yang berusia 29 tahun mengajak korban bertukar nomor ponsel dan lanjut berhubungan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp. Pelaku membujuk korban untuk terus bertemu, dan akhirnya bertemu di Cirebon pada 15 Juli 2022. 

Pelaku langsung membawa korban ke rumahnya di Banyumas selama delapan hari. Pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebanyak dua kali.

“Kami telah berkoordinasi agar korban mendapatkan pendampingan dan asesmen sampai kembali pulih, sementara pelaku akan diproses secara hukum,” kata Nahar.

Nahar juga meminta orang tua membatasi penggunaan gadget di luar kebutuhan anak. Ia juga menyarankan orang tua menggunakan fitur khusus anak di gadget sehingga game online, media sosial, dan konten yang diakses anak sesuai dengan usia mereka.

“Orang tua juga harus mendekatkan diri kepada anak agar anak terbuka tentang apa yang ditemuinya dan dilihatnya di internet,” tutup Nahar.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER