Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

12:51 WIB

Orang Tua Mesti Cegah Anak Perempuan Jadi Korban Asusila

Meningkat, jumlah anak perempuan jadi korban asusila di Provinsi NTT.

Editor: Leo Wisnu Susapto

Orang Tua Mesti Cegah Anak Perempuan Jadi Korban Asusila
Ilustrasi korban asusila. Validnews.id.

KUPANG - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Inspektur Jenderal (Irjen) Johanis Asadoma menyatakan, orang tua memiliki peran penting untuk menjaga anak-anaknya supaya tidak menjadi korban asusila. 

"Khususnya, menjaga anak perempuan, agar tidak mudah menjadi korban dalam kasus pencabulan atau asusila lainnya," kata Johanis di Kupang, Jumat (25/11) seperti dikutip dari Antara.

Dia sampaikan itu karena kasus pencabulan marak terjadi di NTT. 

Kapolda NTT miris dengan kasus pencabulan terhadap anak-anak perempuan di NTT. Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka beberapa waktu lalu dan melihat langsung banyak tahanan pelaku pencabulan di Polres Sikka.

"Bayangkan saja dari 22 orang tahanan, setengahnya justru akibat kasus pencabulan. Ini mengkhawatirkan dan memang angka kejadian tinggi," kata matan kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri itu.

Johanis menyebutkan beberapa daerah di NTT juga terdapat kasus asusila cukup tinggi. 

Oleh karena itu, perlu kerja berbagai pihak dalam menangani isu tersebut. 

Menurut hemat dia, kepedulian dan pengawasan orang tua terhadap anak perempuan adalah faktor utama dalam mencegah kasus asusila.

Dia mengingatkan para orang tua untuk tidak mudah percaya kepada orang lain dalam merawat atau menjaga anak. Karena, dikhawatirkan terjadi hal tidak diinginkan. 

Johanis juga menegaskan pihaknya akan bertindak tegas apabila menemukan pelaku kejahatan asusila.

Sebagai mantan kepala Divisi Hubinter Mabes Polri, Johanis juga menceritakan bahwa di sejumlah negara berkembang kasus pencabulan menjadi perhatian khusus. Bahkan, para pelaku kejahatan itu diberikan sanksi tegas untuk memberikan efek jera.

Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi NTT mencatat 276 kasus kekerasan terjadi terhadap perempuan hingga semester I tahun 2022. Sementara kasus kekerasan terhadap anak di tahun 2022 sebanyak 234 kasus.

Dari 234 kasus kekerasan terhadap anak, 183 kasus dialami pada anak perempuan. Lalu kekerasan terhadap anak laki-laki sebanyak 51 kasus.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER