Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

16:42 WIB

Negara Mesti Jamin Kesejahteraan Guru

Terutama kesejahteraan guru yang bertugas di pelosok daerah tanpa pamrih.

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Negara Mesti Jamin Kesejahteraan Guru
Ilustrasi pendidikan. Ist.

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian mengingatkan akan peran negara untuk menjamin hak dan kesejahteraan guru. 

Menurut dia, pada Hari Guru Nasional 25 November 2022, menjadi momentum baik bagi semua pihak untuk memberikan perhatian pada para guru.

Terutama, para guru yang berjuang di pelosok daerah. Ia menilai negara berutang pada para guru di pelosok yang mengajar tidak dengan fasilitas dan dana yang memadai. 

“Banyak sekali cerita tentang guru Indonesia yang berkorban mengajar di pedalaman. Ini menjadi utang besar negara yang belum bisa memastikan seluruh guru terjamin," urai Hetifah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/11).

Dia menambahkan, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, pemerintah perlu memberikan apresiasinya kepada para guru yang telah menjadi sosok teladan bangsa. 

Guru itu, bisa menjadi teladan, membangun kemauan, dan memberi dukungan moral.

Maka, guru perlu mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya, karena para guru bukan hanya telah memberikan ilmu pengetahuan, namun juga menjadi panutan akan keunggulan moral, etika, serta karakter kepada peserta didik.

Seiring dengan tema peringatan Hari Guru Nasional 2022 kali ini 'Serentak Berinovasi, Wujudkan Merdeka Belajar', Hetifah berharap guru dapat terus menjadi teladan inovasi bagi siswa.

Dia juga mengimbau agar para guru bisa terus memberikan semangat berinovasi dalam proses pembelajaran akan melahirkan siswa yang kreatif dan berkarya positif. 

"Apalagi, dengan Kurikulum Merdeka membuka ruang bagi guru untuk mengeksplorasi ide kreatif,” ucap Politisi Partai Golkar ini.

Hetifah juga menyoroti kasus kekerasan seksual, perundungan, dan intoleransi yang semakin banyak terjadi di dunia pendidikan. Menurut dia, tiga hal itu merupakan dosa pendidikan yang terus berulang dan menunjukkan bahwa pelajar Indonesia darurat moral dan etika. 

"Untuk itu, selain harus menunjukkan teladan yang baik terhadap siswa, guru juga harus memastikan bahwa siswa bisa memiliki adab yang baik di lingkungan sekolah," tuturnya. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER