Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|15:39 WIB

Nadiem Ingin Bertemu Banyak Guru Penggerak Saat Kunker

Guru penggerak ubah praktik lama di sekolah

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageGuru periksa suhu tubuh siswa saat PTM terbatas di Kuta, Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, ingin bertemu makin banyak guru penggerak saat melakukan kunjungan kerja. Guru penggerak dinilai melakukan banyak praktik baik dan transformasi di sekolah.

"Saya ingin mendengar praktik-praktik baik dari transformasi yang telah ibu dan bapak hadirkan untuk memerdekakan anak-anak kita dalam belajar dan pengembangan diri," ujar dia dalam acara Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 4, Kamis (14/10).

Nadiem berpendapat para guru penggerak memiliki tekad yang kuat untuk memberi pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak. Penilaian ini disebut merupakan benang merah dari sejumlah guru penggerak yang ia temui selama kunjungan kerja di berbagai daerah.

Salah satu keuntungan melandainya situasi pandemi covid-19 di Indonesia, kata dia, ialah bisa lebih banyak melakukan kunjungan kerja. Ditekankan bahwa melihat dan mendengar praktik baik serta pengalaman para banyak guru memberinya inspirasi.

"Bagi saya ada dua hal yang paling berkesan saat ini yakni dapat mendengar lagi tawa ceria anak-anak di sekolah dan dapat kembali melakukan kunjungan kerja," ungkap dia.

Nadiem berharap para calon guru penggerak angkatan keempat dapat mengikuti program pendidikan guru penggerak dengan baik. Mereka dipercaya dapat menunjukkan tekad yang kuat karena telah melalui rangkaian seleksi yang intensif untuk dapat lolos.

"Selama program pendidikan ini, ibu dan bapak calon guru penggerak akan bertemu dengan hal-hal baru yang mungkin tidak pernah terbayang sebelumnya. Silakan tanya angkatan-angkatan sebelumnya kalau anda masih ragu," imbuh dia.

Ditegaskan bahwa program guru penggerak bertujuan untuk memberi bekal kemampuan kepada para guru dalam pembelajaran dan pedagogi. Dengan bekal ini, guru penggerak diharap mampu menggerakkan komunitas belajar baik di dalam maupun luar sekolah.

Para guru penggerak, lanjut Nadiem, juga bisa menjadi pemimpin institusi pendidikan yang selalu memprioritaskan pemenuhan kebutuhan siswa. Pemerintah daerah pun diminta terus mendukung para guru penggerak melakukan perbaikan pendidikan di daerahnya.

"Saya harap calon guru penggerak, pengajar praktik, fasilitator, dan instruktur akan terus bersemangat dan berkolaborasi. Itu kuncinya. Berkolaborasi membangun suatu komunitas. Selalu ingat bahwa masa depan pendidikan Indonesia ada di tangan ibu-bapak sekalian," pungkas Nadiem.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril menyebutkan ada 8.053 calon guru penggerak angkatan keempat, dari 160 kabupaten/kota. Mereka akan mengikuti pendidikan guru penggerak selama sembilan bulan.

"Proses yang dilalui ibu dan bapak selama tahap seleksi sangat tidak mudah dan penuh perjuangan. Menyiapkan berbagai dokumen administrasi, menuangkan pengalamannya menjadi esai, mengikuti berbagai tes, hingga simulasi mengajar dan wawancara," kata dia.

Pendidikan guru penggerak angkatan pertama telah selesai dilakukan pada September 2021, yang diikuti 2.460 guru. Sementara, program pendidikan angkatan kedua dan ketiga masih berjalan, masing-masing dengan 2.800 dan 2.801 peserta.

Iwan mengingatkan kepada semua calon guru penggerak maupun yang sudah lulus bahwa pendidikan sejatinya adalah upaya untuk membangun peradaban. Masa depan akan ditentukan oleh generasi-generasi yang lahir dari sistem pendidikan saat ini.

"Kita adalah pekerja yang akan melahirkan masa depan, kita bersama-sama melahirkan generasi pembaharu yang akan menjawab panggilan dan tantangan zaman, baik masa kini maupun masa mendatang," ucap dia.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA