Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

13:16 WIB

Menkes Minta Orang Tua Beri Protein Hewani Pada Anak

Protein hewani pada anak penting untuk mencegah stunting.

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Menkes Minta Orang Tua Beri Protein Hewani Pada Anak
Pedagang saat membersihkan sisa lapisan lemak pada daging sapi di Pasar Agung, Depok, Minggu (04/09/ 2022). ValidnewsID/Fikhri Fathoni

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin sarankan, orang tua memberikan protein hewani pada anak sejak dini untuk mencegah stunting.

Menurut dia, kasus stunting terjadi karena disebabkan berbagai faktor. Salah satunya, karena kurangnya asupan penting seperti protein hewani, nabati dan zat besi sejak sebelum sampai setelah kelahiran. 

Hal ini berdampak pada bayi lahir dengan gizi yang kurang, sehingga anak menjadi stunting.

“Selain mereka harus rutin melakukan pemeriksaan, kami juga menyarankan pemberian protein hewani seperti susu, telur, ikan dan ayam untuk mencegah stunting,” papar Budi dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (26/1).

Budi mengatakan, cara tersebut efektif mencegah stunting pada anak karena protein hewani mengandung zat gizi lengkap. Seperti asam amino, mineral dan vitamin yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang menunjukkan adanya bukti kuat hubungan antara stunting dan indikator konsumsi pangan berasal dari hewan. Seperti telur, daging/ikan dan susu atau produk olahannya (keju, yogurt). 

Penelitian tersebut juga menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi pangan berasal dari hewani tunggal.

Namun, meski bermanfaat untuk mencegah stunting pada anak, konsumsi protein per kapita masih tergolong rendah. Data Susenas 2022 menunjukkan rata-rata konsumsi protein per kapita sehari 62.21 gram (di atas standar 57 gram), tetapi konsumsi telur dan susu 3.37 gram, daging 4.79 gram dan ikan/udang/cumi/kerang berkisar 9.58%.

Budi menyebutkan, pemenuhan protein hewani dalam 270 hari pertama kehidupan atau Sembilan bulan dapat mencegah anak dari stunting. Tetapi, di luar itu yang juga lebih penting dalam mencegah anak lahir stunting adalah 100 hari sebelum terjadinya kehamilan atau persiapan kehamilan. 

Pada masa tersebut calon ibu dianjurkan mengonsumsi tinggi protein untuk persiapan sel telur dan sperma yang berkualitas. Sehingga, menghasilkan embrio yang baik dan janin yang berkualitas.

Selain itu, dasar dari pertumbuhan tulang itu ada pada tulang rawan. Zat gizi dari pangan hewani bisa membentuk tulang rawan tersebut. 

Artinya, orang tua tidak hanya harus memenuhi kalsium dan mineral, tetapi juga memenuhi protein hewani jika ingin pertumbuhan tulang normal.

“Kami berharap agar masyarakat bisa melakukan upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan protein hewani pada anak,” ujar Budi.

Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius yang dihadapi Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia di angka 21,6%. 

Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 24,4%. Walaupun menurun, angka tersebut masih tinggi, mengingat target prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14% dan standar WHO di bawah 20%.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER