Selamat

Sabtu, 16 Oktober 2021

14 Oktober 2021|20:37 WIB

Masih Banyak Tantangan Wujudkan Digitalisasi Layanan Kesehatan

Tantangan bukan hanya pada sisi infrastruktur, tetapi juga menyentuh perubahan perilaku dan budaya untuk menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi

Oleh: Faisal Rachman

ImageWarga mendaftar Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui aplikasi JKN Mobi le di Depok, Jawa Barat, Senin (11/10/2021). Antara Foto/Sigid Kurnia

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyatakan, mendorong upaya penerapan digitalisasi layanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Hanya saja, dalam pelaksanaannya diakui tidak mudah mengingat terdapat sejumlah tantangan, di antaranya ketersediaan akses jaringan komunikasi data, sarana dan prasarana dan efektivitas serta mutu atas layanan yang diberikan.
 
“BPJS Kesehatan juga senantiasa mendorong penerapan digitalisasi pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Untuk itu sangat diperlukan kolaborasi antara semua pihak untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (14/10).
 
Ghufron mengungkapkan, layanan digital yang diterapkan akan berdampak pada efisiensi dan efektivitas biaya karena proses bisnisnya menjadi lebih sederhana. BPJS Kesehatan sendiri, lanjutnya, telah mengembangkan berbagai inovasi dan terobosan berbasis teknologi informasi untuk menunjang penyelenggaraan Program JKN-KIS.
 
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Achmad Yurianto menambahkan, berbagai terobosan layanan kesehatan berbasis teknologi informasi yang dikembangkan BPJS Kesehatan, diharapkan dapat berdampak pada kualitas layanan. Termasuk soal penguatan sarana dan prasarana, serta perubahan budaya dan perilaku masyarakat di era digitalisasi.
 
Menurutnya, pandemi covid-19 mendorong pihaknya untuk berbenah dalam pemanfaatan teknologi informasi. Ia bilang, digitalisasi bukanlah barang baru, melainkan suatu keniscayaan yang harus ditempuh.

“Namun tantangannya bukan hanya pada sisi infrastruktur, tetapi juga menyentuh perubahan perilaku dan budaya untuk menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi. Sehebat apapun yang dibangun tanpa peran aktif dan perubahan budaya individu, tidak akan terwujud,” kata Yurianto.

BPJS Kesehatan, dikatakannya terus melakukan upaya perbaikan layanan melalui digitalisasi layanan kesehatan. Antara lain dengan mengurangi antrean pelayanan melalui pemanfaatan face recognition dan teknologi artificial intelligence.

Ada juga antrean elektronik yang terkoneksi dengan aplikasi Mobile JKN, display informasi ketersediaan tempat tidur, display informasi jadwal operasi di rumah sakit. Salah satu yang terbaru adalah simplifikasi rujukan pelayanan hemodialisa serta thalasemia di rumah sakit.

Dari sisi administrasi klaim, BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan e-Claim Primer, Virtual Claim (V-Claim), Verifikasi Digital (Vidi), dan Digitalisasi Audit Klaim (Defrada).

Informasi saja, sejak 20 Maret hingga 21 Juli 2021 tercatat 7,74 juta layanan telekonsultasi menggunakan aplikasi P-Care BPJS Kesehatan yang terintegrasi dengan aplikasi TEMENIN dari Kementerian Kesehatan. Sementara untuk telekonsultasi dengan menggunakan Mobile JKN, telah digunakan 9.656 dokter di FKTP.

Selanjutnya, BPJS Kesehatan mengembangkan kebijakan iterasi peresepan untuk pelayanan obat Kronis dan Program Rujuk Balik (PRB). Dengan hal ini, dokter di FKTP atau FKRTL meresepkan obat selama 30 hari dengan tambahan dua kali iterasi, sehingga peserta PRB dan kronis dapat datang langsung ke Apotik dan dapat berkonsultasi dengan dokter melalui telekonsultasi.

Selain itu, pemantauan status kesehatan peserta kronis oleh FKTP untuk mengendalikan kondisi komorbiditas peserta JKN kasus covid-19 melalui aplikasi P-Care.

Pada pelayanan kesehatan di tingkat rujukan, BPJS Kesehatan telah mengembangkan sistem antrean daring. Hingga Juli sudah 95%atau 2.123 rumah sakit telah menerapkan sistem antrean daring dan yang telah terintegrasi dengan aplikasi Mobile JKN sebanyak 877 rumah sakit.

 


Pengelolaan Data
Sementara itu, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, tantangan digitalisasi layanan harus didukung oleh kualitas pengelolaan data. Validasi data yang dibentuk bagi pengelola layanan digital harus berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Dengan begitu manfaat dari digitalisasi layanan diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan bagi kualitas layanan. Lebih jauh, dengan kualitas data yang mumpuni akan membentuk Big Data yang berkualitas dan membantu Pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ke depannya,” kata Muhadjir.
 
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh fasilitas kesehatan, asosiasi fasilitas kesehatan, serta asosiasi profesi secara daring ini, Direktur Mutu dan Akreditasi Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Kalsum Komaryani menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Kesehatan. 

Hal tersebut menjawab tantangan digitalisasi bidang kesehatan di Indonesia. Menurut Kalsum, pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang kesehatan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan.
 
“Isu ketahanan kesehatan di masa pandemi covid-19 memang salah satu fokus Kementerian Kesehatan saat ini. Digitalisasi menjadi peluang untuk memutus rantai penularan virus, dari sisi pembiayaan juga lebih efektif. Ketersediaan regulasi salah satu tantangan dalam implementasi digitalisasi layanan kesehatan,” kata Kalsum.
 
 Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail menyebut, pemerintah terus berupaya menghadirkan infrastruktur jaringan sampai ke pelosok wilayah Indonesia.

Pemerintah kini, menurutnya, tidak hanya bisa menunggu perusahaan operator telekomunikasi, namun juga berinisiatif dan telah menganggarkan pembangunan jaringan internet (signal 4G) seluruh desa di Indonesia. Targetnya, akhir tahun 2022 seluruh desa di Indonesia sudah dapat mengakses signal 4G.
 
 “Diharapkan upaya tersebut juga akan mengakomodasi kebutuhan jaringan internet seluruh fasilitas kesehatan. Kominfo bekerja keras menuntaskan isu infrastruktur ini. Namun kami mengimbau, bahwa pimpinan fasilitas kesehatan juga mulai membangun kultur digitalisasi ini di wilayahnya,” tuturnya.  

Penghargaan Faskes
Sekadar informasi, dalam pertemuan tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada fasilitas kesehatan paling berkomitmen dalam terhadap mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS, sebagai berikut :
 
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk kategori puskesmas, yakni Puskesmas Kecamatan Ciracas (Kota Jakarta Timur), Puskesmas Temon I (Kabupaten Kulon Progo) dan Puskesmas Plaju (Kota Palembang).
 
Untuk Kategori Klinik Pratama, yaitu Klinik Citra Media 2 (Kota Medan), Klinik Mercubaktijaya (Kota Padang) dan Klinik Amalia (Kabupaten Muara Enim)
 
Penghargaan Kategori Dokter Praktik Perorangan diberikan kepada Dr. Mutiara Dian Puspita Rini (Kabupaten Kudus), Dr. Wiyogo (Kota Medan) dan Dr. Fauzul Wildan Suaidi(Kota Batu).

Penghargaan untuk Kategori Dokter Gigi diberikan kepada Drg. Suhodo (Kabupaten Temanggung) Drg. Anjar Ariansyah Sejati (Kota Jayapura) dan Drg. Juniati Bandaso (Kabupaten Toraja).
 
Penghargaan Kategori RS Kelas D Pratama diberikan ke RSP Gerbang Sehat Mahalu (Kabupaten Mahakam Ulu), RSUD Pratama Reda Bolo (Kabupaten Sumba Baray Daya) dan RS D Pratama Kabupaten Nias Utara (Kabutapen Nias Utara)
 
Kategori rumah sakit untuk Kategori RS Tipe A : RSU Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (DKI Jakarta), RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (Bandar Lampung) dan RS Jiwa Tampan (Pekanbaru).
 
Kategori RS Tipe B diberikan ke RSUD Kabupaten Jombang (Jawa Timur), RSUD Budhi Asih (DKI Jakarta) dan RSUD Dr. Rubini Mempawah (Kalimantan Barat). Kategori RS Tipe C diberikan ke RSU Pamanukan Medical Center (Jawa Barat), RSU Islam Kustati (Jawa Tengah) dan RSUD Dr. Rubini Mempawah, (Kalimantan Barat).
 
Kategori RS Tipe D diberikan ke RS Islam Aisyiyah Nganjuk (Jawa Timur), RS PKU Muhammadiyah Sragen (Jawa Tengah) dan RSU Permata Blora(Jawa Tengah). RS Kategori Khusus untuk Kategori Presentasi Terbaik–RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (Bandar Lampung). Kemudian Kategori Kerjasama Terbaru RS Provita (Jayapura).

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA