Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

14:08 WIB

MA Hormati KPK Tangani Dugaan Suap Hakim Agung

Dugaan suap hakim agung terkait pengurusan perkara kepailitan KSP Intidana.

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

MA Hormati KPK Tangani Dugaan Suap Hakim Agung
Jubir MA Andi Samsan sampaikan keterangan terkait penetapan tersangka pada Sudrajad Dimyati di Gedung MA, Jakarta, Jumat (23/9). ANTARA FOTO/Aditya P

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) akan kooperatif dan menghormati proses hukum terkait dugaan suap yang diterima hakim agung Sudrajad Dimyati. Kasus suap pengurusan perkara kepailitan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana ini ditangani penyidik KPK.

“Mahkamah Agung kooperatif menyerahkan kasus ini pada proses hukum yang berlaku,” sebut Juru Bicara Mahkamah Agung, Andi Samsan Nganro dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (23/9).

Bahkan, dia sampaikan, para hakim agung mendorong Sudrajad Dimyati, salah satu hakim agung yang ditetapkan penyidik KPK sebagai tersangka penerima suap dalam perkara itu untuk mengikuti seluruh proses hukum.

“Pak Sudrajad tadi malam masih di rumahnya. Kemudian, tadi pagi juga ada ketemu dengan kami dan minta restu bahwa dia siap memenuhi panggilan KPK ini. Intinya Pak Sudrajad siap memenuhi panggilan KPK,” tambah Andi.

Jubir MA juga tak menjadikan masalah jika penyidik KPK menggeledah lembaga peradilan tertinggi itu. Terkait ini, beredar kabar penyidik KPK menggeledah kantor Mahkamah Agung pada Jumat (23/9). 

“Saya tidak tahu itu, bisa saja hal tersebut dilakukan KPK,” imbuh Andi.

Dalam perkara ini, penyidik KPK menetapkan 10 tersangka. Sebagai penerima, ialah Sudrajad Dimyati (SD). Selanjutnya, Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH). Serta PNS MA Redi (RD), dan Albasri (AB).

Kemudian, tersangka pemberi suap, yaitu pengacara Yosep Parera (YP), Eko Suparno (ES). Lalu, pengacara pihak debitor Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) Heryanto Tanaka (HT), dan dari Koperasi Intidana, Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER