Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

KESRA

10 Juni 2021|15:59 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 Disebut Lebih Kecil Dari Perkiraan

Lonjakan kasus akan terjadi selama 6-7 pekan sejak puncak mobilisasi libur panjang Lebaran

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageWakil Menteri Kesehatan Dante Saksono. ANTARAFOTO/Muhammad Iqbal

JAKARTA – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan, lonjakan ekstrem kasus covid-19 terjadi di beberapa daerah seperti di Kudus dan Bangkalan. Namun, angka lonjakan kasus ini diklaim lebih kecil dibandingkan perkiraan sebelumnya.

"Ini mungkin agak sedikit turun dibandingkan perkiraan kalau kita tidak melakukan ancang-ancang sebelum Lebaran," ungkap Dante dalam dialog bertajuk 'Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 di Daerah' yang disiarkan secara daring, Kamis (10/6).

Dia menjelaskan, berbagai langkah antisipasi yang dilakukan sebelum dan saat libur Hari Raya Idulfitri berhasil menekan lonjakan kasus yang lebih besar. Lonjakan ekstrem yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah, dan Bangkalan, Madura, disebut akibat mobilitas lokal.

Daerah yang mengalami lonjakan kasus, lanjut Dante, diprediksi akan lebih banyak apabila langkah antisipasi tidak dilakukan seperti melarang masyarakat untuk mudik. Ribuan pemudik yang diminta kembali ke tempat asal saat mudik pun disebut cukup efektif.

"Sudah diberlakukan bahwa tidak ada lalu lintas yang diperbolehkan mudik kecuali memang ada hal-hal yang mendesak. Sudah ribuan kendaraan harus putar balik ketika dia akan mudik. Itu salah satu yang kita kerjakan ketika akan terjadi liburan panjang," ujarnya.

Dante menuturkan, lonjakan kasus akan terjadi selama 6–7 pekan sejak puncak mobilisasi libur panjang Lebaran. Persentase lonjakan di setiap daerah tergantung pada keberhasilan menekan mobilisasi. Inilah yang membuat pemerintah memberlakukan PPKM Mikro.

"Mudah-mudahan ke depan saat ada liburan yang panjang masyarakat bisa menahan diri untuk melakukan kegiatan yang tidak merangsang mobilitas yang lebih banyak lagi. Persentasenya memang tergantung pada tingkat mobilisasi dari masyarakat," katanya.

Selain mobilitas masyarakat, lanjut dia, yang harus diwaspadai ke depan adalah mutasi dari virus penyebab covid-19. Beberapa mutasi terbukti cenderung menyebabkan tingkat penularan yang lebih dramatis dibanding virus asalnya, seperti mutasi dari India dan Inggris.

Dante mengatakan, salah satu daerah yang mengalami lonjakan kasus covid-19 secara ekstrem adalah Kudus. Pemerintah pusat disebut telah mengirim bantuan antara lain tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan termasuk obat-obatan yang cukup untuk persediaan di sana.

"Saya mengerti kesulitan di daerah-daerah yang sedang mengalami lonjakan seperti di Kudus ini, apalagi sekarang sudah ratusan tenaga kesehatan juga mengalami infeksi covid-19, maka bantuan tenaga kesehatan sangat mutlak diperlukan," imbuhnya.

Dia berharap lonjakan kasus yang terjadi di Kudus tidak dialami daerah-daerah lainnya dengan menerapkan PPKM Mikro di seluruh provinsi hingga 14 Juni. Kampanye protokol kesehatan pun digalakkan, serta upaya tracing, testing, dan treatment ditingkatkan.
 
"Kegiatan vaksinasi juga kita galakkan di daerah-daerah yang belum mengalami lonjakan ekstrem supaya dapat memberi peluang untuk tidak menjadi lebih berat apabila terjadi infeksi di daerah tersebut," ucap Dante.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER