Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

17:49 WIB

KY Akan Periksa Hakim Agung Sudrajad Dimyati

Perbuatan hakim agung Sudrajad Dimyati mencederai martabat hakim

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

KY Akan Periksa Hakim Agung Sudrajad Dimyati
Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata menyampaikan keterangan pers di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Jumat (23/9/2022). ANTARA FOTO/Aprillio

JAKARTA – Ketua Komisi Yudisial (KY), Mukti Fajar Nur Dewata mengatakan, akan memeriksa hakim agung Sudrajad Dimyati terkait dugaan suap pengurusan kasasi kepailitan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana. Perkara ini tengah disidik oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Proses pemeriksaan pun akan dikoordinasikan kepada tim penyidik lembaga anti rasuah itu. Terlebih, kasus dugaan suap yang dilakukan oleh Sudrajad Dimyati ini mencederai kehormatan dan keluhuran martabat hakim.  

“Komisi Yudisial terbuka dan terus berkoordinasi dengan Mahkamah Agung dan KPK untuk pendalaman yang dibutuhkan demi kelancaran pengungkapan kasus ini,” kata Mukti, saat memberikan keterangan pers secara daring, Jumat (23/9).

KY akan menganalisis dari seluruh informasi yang diterima saat memeriksa Sudrajad Dimyati dan para saksi. Hal ini untuk memperjelas keterlibatan hakim agung itu dalam kasus dugaan suap kasus kepailitan KSP Intidana.

Bila cukup bukti, Komisi Yudisial akan menggelar sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKM). Sidang itu akan menilai apakah keterlibatan Sudrajad Dimyati masuk dalam kategori pelanggaran berat atau tidak. 

Jika dalam kategori berat, sidang akan memutuskan untuk melakukan pemberhentian dengan tidak hormat kepada yang bersangkutan.

“Ini tindak lanjut dari ketentuan yang berlaku,” kata Mukti.

Sejak penetapan tersangka ini, Ketua Komisi Yudisial menegaskan, lembaga pengawas martabat hakim itu belum melakukan komunikasi dengan Sudrajad Dimyati. Mereka baru mengetahui pada Jumat (23/9) dini hari, salah satu hakim agung itu menjadi tersangka dugaan suap.

Mereka juga baru mendapatkan informasi soal kedatangan Sudrajad Dimyati ke kantor Mahkamah Agung. Terkait hal ini, Mukti menyebut, pihaknya juga akan mendalami kedatangan Sudrajad Dimyati ke kantor Mahkamah Agung. Terlebih, kedatangannya itu setelah menjadi tersangka di KPK.  

“Oleh karena itu, ini akan menjadi bagian dari koordinasi dengan MA dan KPK akan kita tindak lanjuti untuk mendapatkan informasi yang lebih utuh,” tambah Mukti.

Dalam kasus ini, tim penyidik KPK menetapkan 10 tersangka dalam perkara ini. Sebagai penerima, ialah Sudrajad Dimyati (SD). 

Selanjutnya, Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu (ETP), dua PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria (DY) dan Muhajir Habibie (MH). Serta PNS MA Redi (RD), dan Albasri (AB).

Kemudian, tersangka pemberi suap, yaitu pengacara Yosep Parera (YP), Eko Suparno (ES). Lalu, pengacara pihak debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) Heryanto Tanaka (HT), dan dari Koperasi Intidana, Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER