Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

14:37 WIB

Korlantas Hentikan Pelat Kendaraan RF

Pengguna pelat RF dihentikan mulai 10 Oktober 2022 karena bersikap arogan.

Editor: Leo Wisnu Susapto

Korlantas Hentikan Pelat Kendaraan RF
Diregidents Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus didampingi Karopenmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/1/2023). ANTARA/Laily Rahmawaty.

JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menghentikan penggunaan pelat khusus (RF) dan pelat rahasia bagi pejabat kepolisian maupun pemerintahan terhitung mulai Oktober 2022.

“Sejak 10 Oktober 2022 dihentikan perpanjangannya, juga tidak ada pengajuan baru. Biar dihabiskan sampai 2023,” kata Direktur Registrasi dan Identifikasi (Diregidents) Korlantas, Brigadir Jenderal (Brigjen) Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (26/1).

Yusri menjelaskan, penghentian perpanjangan pelat rahasia dan pelat khusus tersebut berdasarkan kebijakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karena, Polri menerima banyak protes masyarakat terkait penggunaan pelat khusus dan pelat rahasia tersebut.  

Banyak pengendara pengguna pelat khusus (RF) bertindak arogan di jalan raya. Lalu, menggunakan strobo tidak sesuai aturannya. 

Sementara itu, penggunaan pelat rahasia seperti QH, IR sudah tidak lagi rahasia karena sudah diketahui masyarakat banyak.

“Untuk itu kami ubah semuanya, sesuai ketentuan di Perpol Nomor 7 Tahun 2021,” papar Yusri seperti dikutip dari Antara.  

Aturan baru untuk penggunaan pelat kendaraan khusus dan rahasia kini tidak lagi bisa dikeluarkan oleh polda masing-masing wilayah. Tetapi harus melalui pemeriksaan Korlantas Polri, setelah memenuhi syarat, baru diperintah polda untuk mencetak pelat khusus dan pelat rahasia, serta STNK-nya.  

Selain itu, penggunaan pelat khusus dan pelat rahasia hanya untuk pejabat eselon I dan eselon II. Pelat hanya untuk kendaraan dinas saja, tidak boleh lagi untuk kendaraan pribadi milik pejabat tersebut.

“Awal bulan depan sudah saya keluarkan lagi (pelat khusus dan pelat rahasia) tetapi sudah saya khususkan. Kami khususkan untuk eselon satu dan eselon dua untuk kendaraan dinasnya,” kata Yusri.  

Dia mengakui, penggunaan pelat khusus dan pelat rahasia ini sudah kebablasan. Serta, tidak sesuai dengan peruntukannya. 

Jika dulu, pelat khusus diberikan untuk melindungi pejabat dari bahaya di jalan raya dari ancaman kriminalitas atau saat demonstrasi terjadi, jika menggunakan pelat warna merah.

“Tetapi kebablasan, orang sipil pun bisa menggunakan nomor khusus. Ke depan sudah tidak ada lagi, jadi cuma boleh mobil dinasnya,” tegas Yusri.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER