Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

KESRA

11 Juni 2021|19:53 WIB

Kemenpan RB Temukan Lagi Surat Palsu Pengangkatan Honorer

Masyarakat mesti hati-hati dan abai

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageTenaga honorer melengkapi berkas pengangkatan CPNS. ANTARAFOTO/Paul Merani

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menemukan surat palsu tentang pengangkatan tenaga honorer.

Kemenpan RB, menurut Plt Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan RB, Mohammad Averrouce menegaskan, tidak mengeluarkan surat terkait pengangkatan tenaga honorer.

Surat bernomor 257/VI/2021 tersebut, lanjut dia, seolah-olah ada keputusan rapat bersama Komisi X DPR dan Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi untuk memberikan kesempatan pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) tanpa tes bagi yang memenuhi persyaratan.

Kesempatan pengangkatan PNS itu diberikan bagi tenaga honorer, tenaga administrasi, penyuluh pertanian dan tenaga honorer kesehatan yang berumur lebih dari 35 tahun.

"Bahkan dalam penulisan kepanjangan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) juga tidak tepat. Kami tegaskan surat tersebut palsu," jelasnya di Jakarta, Jumat (11/6).

Dalam surat tersebut juga tertulis waktu dan tempat pembahasan pemerintah dengan Komisi X, yakni Selasa, 8 Juni 2021 pukul 10.00 WIB. Pertemuan itu untuk membahas terkait pengangkatan tenaga honorer berumur 35 tahun ke atas.

Surat tersebut seolah ditandatangani Menpan RB, Tjahjo Kumolo dan ditujukan untuk Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) pusat dan daerah.

Averrouce menyampaikan beberapa kasus surat palsu serupa pernah beredar. Ia mengatakan, kasus surat palsu tersebut sering mencatut nama Heru Purwaka dari Biro Perencanaan Kepegawaian BKN Pusat sebagai penghubung.

"Mereka seringkali menggunakan nama Heru Purwaka, hanya nomor telepon yang selalu diubah," sebut Averrouce.

Dia mengimbau masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi. Terlebih jika mengatasnamakan Kemenpan RB dan meminta sejumlah imbalan.

“Selalu waspada dan selektif atas informasi yang beredar dengan mengecek kebenaran informasi tersebut kepada Kemenpan RB,” kata dia. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER