Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

KESRA

20 Mei 2021|16:42 WIB

Kemendikbudristek Lanjutkan Program Kihajar

Teknologi semestinya dapat membuat insan pendidikan semakin kreatif dan kritis

Penulis: Wandha Nur Hidayat,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageSiswa mengerjakan ujian sekolah melalui komputer SDN Dinoyo 1 Malang, Jatim, Senin (26/4/2021). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melanjutkan program Kita Harus Belajar (Kihajar) 2021. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi para guru dan siswa untuk memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.

Mendikbudristek, Nadiem Makarim, menilai teknologi seharusnya dapat membuat insan pendidikan semakin kreatif dan kritis karena membuka banyak peluang baru. Minat dan prestasi peserta didik diharapkan meningkat melalui pemanfaatan teknologi untuk belajar.

"Oleh karena itu, digitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas kami dalam Merdeka Belajar. Agar anak-anak Indonesia bisa meningkatkan prestasinya dengan dukungan teknologi yang terus berkembang," ujarnya saat meluncurkan Kihajar 2021, Kamis (20/5).

Dia menjelaskan, program Kihajar sebenarnya sudah dikembangkan dan diimplementasikan sejak 2006. Pada tahun ini, Kihajar terdiri dari tiga varian yang bisa diikuti peserta didik dan guru dari semua jenjang, yakni Kihajar STEM, Kihajar Explorer, dan Kihajar TIK Talks.

Pertama, Kihajar STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), bertujuan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif serta kerja sama antarsiswa. Model pembelajarannya berbasis project di mana siswa peserta menciptakan suatu inovasi.

"Sejumlah inovasi telah diciptakan para pelajar peserta Kihajar STEM, termasuk teknologi di bidang kesehatan untuk bantu penanganan pandemi covid-19. Salah satunya sensor hand sanitizer tanpa sentuh yang dikembangkan siswi SMA Negeri 1 Godean Yogyakarta," urai dia.

Kemudian yang kedua, Kihajar Explorer, ialah model pembelajaran dengan memanfaatkan platform-platform milik Kemendikbudristek. Terdiri dari TV Edukasi, radio Suara Edukasi, Rumah Belajar, dan program Belajar dari Rumah yang juga ditayangkan di TV Edukasi.

"Melalui akun media sosial Suara Edukasi, para pelajar dapat mengikuti kuis harian yang kontennya diambil dari kanal-kanal pembelajaran tersebut," ungkap Nadiem.

Sementara yang terakhir merupakan program webinar untuk meningkatkan kompetensi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Berbeda dengan dua program sebelumnya yang ditujukan untuk siswa, Kihajar TIK Talks ditujukan khusus untuk para guru.

Narasumber yang mengisi program itu diklaim sebagai yang ahli di bidangnya. Nadiem pun berharap Kihajar TIK Talks dapat membantu para guru untuk menemukan solusi atas berbagai permasalahan masalah yang ada di daerah tempatnya mengajar masing-masing.

"Saya berharap kita semua, guru, dan orang tua, serta para pelajar di Indonesia semakin menyadari pentingnya memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif apalagi pendidikan," pungkas dia.

Plt Kepala Pusdatin Kemendikbudristek, Muhamad Hasan Chabibie, mengatakan jumlah peserta yang mengikuti Kihajar pada tahun lalu sebanyak 65 ribu orang. Sementara, untuk program Kihajar 2021 ini, jumlah peserta ditargetkan mencapai 70 ribu peserta.

"Ini kami coba kemas seenak mungkin, serenyah mungkin, dan semilenial mungkin untuk meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter melalui pemanfaatan konten-konten TV Edukasi, Suara Edukasi, dan portal Rumah Belajar," ujarnya.

Menurut dia, program ini dapat menunjukkan kemampuan para guru beradaptasi dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan pendidikan di era digital. Terlebih kondisi pandemi covid-19 saat ini mempercepat transformasi digital hampir di semua sektor.

Kemendikbudristek berharap orang tua siswa dapat mengajak dan mendaftarkan anaknya untuk mengikuti agenda Kihajar STEM dan Kihajar Explorer. Para guru juga diminta berpartisipasi dalam program Kihajar TIK Talks. 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER