Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

18:57 WIB

Kasus Suap Hakim Agung Dinilai Dapat Hilangkan Kepercayaan Publik

Perlu ada evaluasi mendalam, menyeluruh dan perubahan besar-besaran di internal Mahkamah Agung

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Nofanolo Zagoto

Kasus Suap Hakim Agung Dinilai Dapat Hilangkan Kepercayaan Publik
Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan di Gedung Merah Putih, KPK, Jumat (23/9/2022). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Pangeran Khairul Saleh, mengaku sedih dengan adanya kasus suap Hakim Agung Sudrajad Dimyati bersama kawan-kawannya di Mahkamah Agung (MA).

Menurutnya, kasus ini menjadi pukulan telak bagi MA. Sebab hal ini berisiko menghilangkan kepercayaan masyarakat pada peradilan.

"Risiko besar korupsi di level Mahkamah Agung ini adalah semakin hilangnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi peradilan," ujar Pangeran dalam keterangannya, Jumat (23/9).

Ia khawatir masyarakat akan menggunakan cara-cara di luar hukum dalam menyelesaikan setiap persoalan di sekitarnya. Imbasnya, hukum negara juga tidak akan dipercaya oleh masyarakat.

Meski dirasa berat, Pangeran masih optimistis MA bisa memperbaiki citranya dan segera dipercaya kembali oleh masyarakat. Perlu ada evaluasi mendalam, menyeluruh dan perubahan besar-besaran di internal MA.

"Saya pikir ini tugas berat. Walaupun ada kekhawatiran kasus ini sebuah fenomena gunung es tapi saya tetap percaya MA masih dapat memperbaiki trust-nya ke depan," paparnya.

Pangeran mengungkapkan, Komisi III selalu memperingatkan agar MA tegak lurus tidak melakukan hal-hal di luar hukum. DPR juga banyak memberikan dukungan untuk perubahan di MA semakin baik. 

"Secara aspek layanan dan fasilitas pencari keadilan semakin meningkat namun yang menjadi pekerjaan rumah pimpinan MA RI adalah perubahan budayanya baik para hakim maupun panitera serta seluruh perangkat terkait," tutur Politisi PAN ini.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 10 orang sebagai tersangka kasus suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA). Salah satu tersangka adalah Hakim Agung, Sudrajad Dimyati. 

Sudrajad diduga telah menerima suap sebesar Rp800 juta untuk mengkondisikan putusan sesuai dengan keinginan pemberi suap. 

Selain Sudrajad, tersangka penerima suap lainnya yaitu Panitera Pengganti MA, Elly Tri Pangestu alias ETP (Rp100 juta), dua PNS Kepaniteraan MA, Desy Yustria alias DY (Rp250 juta) dan Muhajir Habibie alias MH (Rp850 juta) serta PNS MA, Redi (RD) dan Albasri (AB).

Sedangkan tersangka pemberi suap, yaitu pengacara Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES). Lalu, pengacara pihak debitor Koperasi Simpan Pinjam Intidana, Heryanto Tanaka (HT) dan dari Koperasi Intidana, Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS).




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER