Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

20:18 WIB

Kasus Polio Muncul, Imunisasi Segera Digelar Di Aceh

Dinas Kesehatan Aceh sebelumnya mencatat empat kasus polio di Aceh yang terdeteksi di wilayah Mane, Kabupaten Pidie

Editor: Nofanolo Zagoto

Kasus Polio Muncul, Imunisasi Segera Digelar Di Aceh
Ilustrasi tenaga kesehatan menunjukkan vaksin polio sebelum diberikan kepada seorang balita. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww.

BANDA ACEH - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan pelaksanaan sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Aceh, menyusul kejadian luar biasa (KLB) kasus polio di Kabupaten Pidie, sebagai upaya percepatan memutus rantai penyebaran virus polio di Tanah Rencong itu.

Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Prima Yosephine Di Banda Aceh, Jumat (25/11) mengatakan, Outbreak Response Immunization (ORI) tersebut dimulai di Pidie pada pekan depan. Sementara untuk seluruh Aceh mulai pada 5 Desember.

“Kita memang harus melakukan sub PIN. Disebut sub karena khusus Aceh, dan ini untuk segera memutus mata rantai penyebaran (polio) ini, harapannya kita sukses,” kata Prima, sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh cukup rendah sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi ini pula yang menyebabkan anak-anak di Aceh berisiko tinggi tertular penyakit yang selayaknya dapat dicegah dengan imunisasi.

Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan penemuan kasus polio atau lumpuh layu yang menyerang anak di Kecamatan Mane, Pidie.

Bahkan, virus polio juga telah menginfeksi anak yang sehat, tanpa gejala, namun tidak memiliki riwayat imunisasi dasar lengkap. Oleh karena itu, pelaksanaan sub PIN di Aceh menjadi sangat penting.

“Sub PIN ini kita harapkan segera memutuskan penyebaran virus polio yang saat ini sudah ada di Pidie. Virus ini sudah bersirkulasi, sudah kita temukan di anak sehat pun terkena virus polio,” ujarnya.

Data Kemenkes RI, cakupan imunisasi per antigen di Aceh hingga Oktober 2022 umumnya cukup rendah. Cakupan untuk BCG sekitar 48,90%, HB0 67,1%, polio 46,8%, IPV 18,8%, DPT-HB-Hib 3 baru 39,3%, CR 43,7%.

Selanjutnya, cakupan IDL sebanyak 39,8%, DPT-HB-Hib 4 baru 17,3% dan CR2 hanya 21,9%. Cakupan setiap antigen itu masih belum ada yang mencapai target.

“Jadi (Sub PIN) ini tergantung kita semua, cakupan untuk sukses minimal 95%, sehingga perlu dukungan lintas sektor lain, jadi tidak mungkin hanya dinas, Puskesmas saja yang bergerak. Targetnya di Pidie sekitar 100.000 anak,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Aceh mencatat empat kasus polio di Aceh yang terdeteksi di wilayah Mane, Kabupaten Pidie. Satu dari empat anak itu masih harus menjalani terapi di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh.

Keempat anak yang terinfeksi virus polio tersebut sama sekali tidak memiliki riwayat imunisasi dasar lengkap sehingga sangat berisiko tinggi tertular virus.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER