Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

16:07 WIB

Kapolri Serahkan Surat Pemecatan Ferdy Sambo

Pemyerahan surat pemecatan Ferdy Sambo tanpa upacara.

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Kapolri Serahkan Surat Pemecatan Ferdy Sambo
Ferdy Sambo dan istri saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha.

JAKARTA – Kapolri melalui staf Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) telah menyerahkan surat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Ferdy Sambo pada Jumat (23/9). Sebelumnya, sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) banding menolak keberatan dari eks Kadivpropam Polri itu akan putusan pemecatan KKEP.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, bagian Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri juga telah mendapatkan tanda bukti terima langsung dari Ferdy Sambo.

“Untuk prosesnya, dari Wabprof ke SDM, kemudian ke pak Kapolri baru ke Sekretaris Militer (Sekmil) Presiden. Cukup tandatangan sekmil saja untuk surat keputusannya diserahkan SDM ke yang bersangkutan,” kata Dedi, di Mabes Polri, Jumat (23/9).

Dedi mengatakan, tidak ada upacara terkait pemecatan Ferdy Sambo sebagai jenderal polisi. Proses penyerahan surat pemberhentian yang bersangkutan cukup dilakukan dengan penyerahan surat keputusan Kapolri.

“Sudah cukup dengan pemberian surat tersebut substansinya PTDH sangat clear ini,” kata Dedi.

Dedi mengatakan, saat ini sidang KKEP tengah berupaya untuk menyidangkan seluruh anggota Kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus dugaan pembunuhan berencana dan merintangi kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Hingga saat ini, sidang KEEP baru menggelar sidang etik untuk 15 anggota Kepolisian yang terlibat. Masih ada 20 anggota Polri lainnya yang harus mengikuti sidang etik tersebut.

“Totalnya itu kan ada 35 orang yang akan sidang KKEP. Jadi, masih ada 20 orang lagi yang harus diselesaikan. Harus dikerjakan secara maraton,” tambah Dedi.

Saat ditanya apakah mantan Kepala Biro Pengamanan Internal (Paminal), Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan (HK) akan menjalani sidang dalam waktu dekat, Dedi mengatakan belum bisa memastikan. Sebab, AKBP AR selaku saksi kunci terkait keterlibatan jenderal bintang satu itu dalam kasus ini baru selesai menjalani operasi.

“Yang jelas (AKBP AR.red) operasi. Informasi yang saya dapat juga terakhir insyaallah sidang kode etik Brigjen HK digelar minggu depan,” kata Dedi. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER