Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

16:05 WIB

Kabareskrim Balik Tuding Ferdy Sambo

Kabareskrim balik tuding Ferdy Sambo yang terima uang dari Ismail Bolong.

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Kabareskrim Balik Tuding Ferdy Sambo
Ilustrasi suap. Ist.

JAKARTA – Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Agus Andrianto meragukan pernyataan Ferdy Sambo bahwa menandatangani surat perintah penyelidikan dugaan penerimaan sejumlah uang pengamanan tambang ilegal di Kalimantan Timur. 

“Jika benar ada laporan dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri menyelidiki, kenapa saat itu mereka malah melepas Ismail Bolong,” kata Agus, di Jakarta, Jumat (25/11).

Bahkan, dia balik menuding, Ferdy Sambo dan beberapa lainnya di Divpropram Polri yang menerima uang itu.

“Jangan-jangan mereka yang terima dengan tidak diteruskan. Masalah lempar batu untuk alihkan isu,” tegas Agus.

Ferdy Sambo sebelumnya membenarkan, saat masih memimpin Divpropam Polri pernah menyelidiki soal tambang ilegal di Kaltim. 

Penyelidikan ini berawal dari pengakuan Ismail Bolong yang tersebar di media sosial.

Dalam video itu Ismail pun mengatakan ada keterlibatan Kabareskrim, Komisaris Jenderal Agus Andrianto di tambang ilegal ini. 

Dia juga mengaku telah menyetorkan uang senilai Rp6 miliar kepada jenderal bintang tiga itu.

Pengakuan ini sejalan dengan surat penyelidikan yang dilakukan Divisi Propam Mabes Polri sewaktu dipimpin oleh Ferdy Sambo. Surat ini teregister dengan Nomor: R/1253/WAS.2.4/2022/IV/DIVPROPAM, tanggal 7 April 2022. Surat itu pun telah ditembuskan kepada Kapolri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam dokumen itu disebutkan, Ismail Bolong memberikan uang koordinasi pengamanan tambang ilegal ke Bareskrim Polri. Uang ini diterima oleh Kombes Budi Haryanto selaku Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri senilai Rp3 miliar setiap bulan untuk dibagikan ke Dittipidter Polri.

Ismail Bolong juga mengaku, memberikan uang koordinasi kepada Komjen Agus Adrianto selaku Kabareskrim Polri. Uang itu dalam bentuk mata uang Amerika Serikat sebanyak tiga kali dengan total Rp2 miliar tiap bulannya. 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER