Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

06 Agustus 2022

11:18 WIB

Ini Beda Varian Baru Omicron Dari Yang Sebelumnya

Pasien BA.5 juga jarang mengalami sesak napas, gelaja yang paling dirasakan oleh pasien dengan varian Delta atau varian Covid lainnya.

Editor: Rikando Somba

Ini Beda Varian Baru Omicron Dari Yang Sebelumnya
Illustrasi virus covid-19 varian omicron. Shutterstock/Dok

JAKARTA-Virus covid BA.5 kini menjadi subvarian yang paling banyak menyebar tidak hanya di Amerika Serikat, bahkan juga di Indonesia. Para ahli mengatakan bahwa secara garis besar subvarian ini tidak memiliki banyak perbedaan dibandingkan dengan varian Omicron sebelumnya.

Namun ada gejala BA.5 yang membedakannya dengan varían lain. Pasien yang terinfeksi BA.5 biasanya mengalami gejala batuk, pilek, sakit pada tenggorokan (radang), nyeri sendi, sakit kepala dan merasa kelelahan. Dan, biasanya pasien yang terpapar BA.5 tidak  mengalami anosmia atau kehilangan indera perasa dan penciuman.

"Pasien BA.5 juga jarang mengalami sesak napas, gelaja yang paling dirasakan oleh pasien dengan varian Delta atau varian Covid lainnya," ujar dokter spesialis penyakit menular dari University of California, San Francisco Dr. Peter Chin-Hong seperti dikutip dari The New York Times, Sabtu (6/8). 

Pasien BA.5 disebutkan oleh ahli penyakit paru dari Cleveland Clinic Dr. Joseph Khabbaza, cenderung mengalami gejala pada pernapasan bagian. Umumnya mereka merasakan gangguan di pangkal tenggorokan hingga ujung hidung.

"Banyak pasien dengan BA.5 yang mengalami rasa sakit akibat penyumbatan sinus dan radang tenggorokan yang cukup parah," kata Khabbaza.



Puluhan Juta Warga
Sementara, Kepala divisi penyakit infeksi pada anak di Hassenfeld Children’s Hospital di N.Y.U. Langone, Dr. Adam Ratner mengatakan belum ada bukti yang menyatakan bahwa subvarian BA.5 lebih parah daripada varian sebelumnya, Omicron, meski cepat sekali menular.

Sementara, dikutip dari Antara, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat jumlah warga Indonesia mengungkapkan, ada 57,1 juta orang Indonesia sudah menerima Vaksin penguat. Hingga Jumat, menurut Satuan Tugas, ada penambahan 294.068 orang warga yang menerima vaksinasi ketiga itu, dari hari sebelumnya menjadi seluruhnya 57.123.161 orang. Jumlahnya kini mencapai 27,4% dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi covid-19.

Sementara itu, jumlah warga yang sudah mendapat vaksinasi dosis lengkap, dosis pertama dan kedua, tercatat bertambah 49.029 orang menjadi seluruhnya 170.250.678 orang atau 81,7 persen dari target vaksinasi.

Pemerintah masih menyediakan pelayanan vaksinasi ini di beragam fasilitas pelayanan kesehatan maupun gerai pelayanan vaksinasi. Pemerintah juga melaksanakan vaksinasi dosis keempat atau vaksinasi penguat kedua pada tenaga kesehatan.

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER