Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

08:00 WIB

Ini Bahayanya Membiasakan Balita Minum Kopi

Minuman herbal juga sebaiknya tak dulu diperkenalkan pada balita, mengingat belum ada penelitian yang mengujicobakan herbal tertentu pada anak.

Editor: Rikando Somba

Ini Bahayanya Membiasakan Balita Minum Kopi
Ilustrasi barista meracik kopi .ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

JAKARTA – Pencernaan anak-anak berusia balita atau di bawah lima tahun, tengah dalam masa perkembangan. Karenanya, tak tepat jika anak balita diperkenalkan dengan kopi atau makanan dan minuman lain yang belum pantas disantap. 

Meski kopi mengandung antioksidan dan bersifat diuretik yang konon dapat menyingkirkan bebatuan dalam tubuh, mengonsumsinya harus disertai asupan air putih. 

Jika anak balita diberikan minum kopi, setidaknya terdapat risiko meningkatnya tekanan darah. Ada potensi si anak akan mengalami hipertensi atau darah tinggi saat mereka remaja kelak. 

"Jadi, kalau anak-anak sampai kecanduan minum kopi maka kemungkinan tekanan darahnya naik secara gradual sampai dewasa nanti tiba-tiba dia sudah jadi penderita hipertensi," tutur Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS,  dalam acara "Hari Gizi Nasional: Pentingnya Gizi Seimbang Dalam Kehidupan Sehari - hari" bersama Nestlé Indonesia di Jakarta, Rabu (25/1).

Baca juga: Mitos Atasi Kejang Pada Bayi Dengan Kopi Tak Terbukti Secara Ilmiah

Ali Khomsan terang, tidak menyarankan anak-anak khususnya di usia balita diperkenalkan dengan kopi.

"Anak kecil minum susu, sudah jelas yang terbaik dan bergizi. Minum kopi nanti," ujar Prof Ali 

Dia juga menyitir kepercayaan di masyarakat yang memberikan kopi pada anak untuk menghindari terkena panas. Terkadang, anak juga diberi satu hingga dua tetes kopi yang sebenarnya hanya untuk menunjukkan kebiasaan atau budaya. Namun, terhadap hal ini, Prof. Ali tak menyarankan hal ini.

Prof. Ali menambahkan, setali tiga uang dengan kopi, herbal juga sebaiknya tak dulu diperkenalkan pada balita, mengingat belum ada penelitian yang mengujicobakan herbal tertentu pada anak.   

Dikutip dari Antara, riset yang dilakukan American Academy of Pediatrics (AAP) juga menegaskan hal sama. Anak-anak dan bayi harus berusaha untuk tidak minum minuman yang mengandung kafein. Akademi pada 2018 menyimpulkan kafein tidak memiliki tempat dalam makanan anak-anak.

Kafein mungkin membuat seseorang merasa lebih waspada, segar sehingga siap menangani daftar tugas yang panjang. Tetapi, tubuh bayi tidak dapat menanganinya dengan mudah. Yang harus diingat, meski dalam jumlah yang lebih kecil, tetap dapat mempengaruhi fungsinya. 

Bayi mungkin bereaksi terhadap kafein dengan bertindak gelisah, cemas hingga bahkan mungkin mengalami gejala seperti kolik.


Kopi Kemasan

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) merespons viralnya video seorang ibu yang membahayakan jiwa anaknya dengan meminumkan kopi kemasan saset kepada bayinya hingga viral di media sosial, di Kabupaten Gowa. Atas kejadian ini, tim Dinkes Gowa sudah diturunkan untuk melakukan pendekatan kepada yang bersangkutan apa motifnya.

"Terkait kasus di Gowa itu, segera kami respons dengan menelepon dinas di sana untuk memverifikasi apa masalahnya, sehingga ibu tersebut melakukan hal itu," ujar Kepala Dinkes Sulsel dokter Rosmini Pandin kepada wartawan, di Makassar, Rabu. 

Sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kejadian serupa, pihaknya akan melakukan survei dan mengembalikan semua ke posyandu. Mengingat sudah ada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menjadi tuntunan bagi semua ibu serta anak-anak seumurannya.

"Khusus kasus ini kami akan tuntaskan. Saya juga akan turun untuk lebih mendengar, kemudian bisa mengatur langkah selanjutnya agar tidak terjadi lagi seperti itu," imbuhnya. 

Sebelumnya, di media sosial bergulir tayangan seorang ibu memposting konten video di akun medsos pribadinya, memberikan kopi kepada bayi. 

Baca juga: Nasib Kedai Kopi Saat Pandemi

Di video itu, sang ibu mengambil kopi saset dari tangan bayinya, membuka dan menuangkan ke dalam gelas kaca, lalu diseduh air setengah gelas. Kemudian mengaduk dengan sendok dan meminumkan ke bayinya yang berusia tujuh bulan itu dengan sendok. 

Berdasarkan informasi, kejadian tersebut mulai viral pada Senin 23 Januari 2023. Video itu direkam di Manggali, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulsel. Pihak Polres Gowa telah turun tangan menangani masalah tersebut.

Video ini pun disalin oleh akun medsos lain kemudian menjadi viral dengan mendapat 19.993 komentar dari netizen. Belakangan, akun milik yang bersangkutan diblokir, tetapi sudah telanjur tersebar.

"Betul, bersangkutan sudah kami panggil dan memeriksanya. Selain itu, kami juga tunggu hasil pemeriksaan medis untuk melihat kesehatan anak ini. Videonya ini viral di medsos TikTok," kata Kasi Humas Polres Gowa Hasan Fadlyh.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER