Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

05 April 2022

11:04 WIB

Indonesia Mesti Dahului Malaysia Daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO

Reog Ponorogo mesti menjadi warisan budaya tak benda yang terdaftar di UNESCO dan diusulkan Indonesia.

Penulis: Oktarina Paramitha Sandy,

Editor: Leo Wisnu Susapto

Indonesia Mesti Dahului Malaysia Daftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO
Ilustrasi-Kesenian Reog Ponorogo. disbudparpora.ponorogo.go.id

JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendahului langkah Pemerintah Malaysia, yang berencana mendaftarkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda (Intangible Cultural Heritagen/ICH) ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

“Untuk Reog, Negara Malaysia renacanya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita,” jelas Muhadjir dalam keterangan pers, Senin (4/4). Sebelumnya, dia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

“Saya mendukung penuh Reog diusulkan menjadi budaya tak benda di UNESCO. Saya upayakan supaya berhasil dan bisa menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi masyarakat Ponorogo tapi juga seluruh Indonesia,” ujar Menko PMK saat berdialog dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, di rumah dinas Bupati Ponorogo, Senin (4/4).

Pada Bupati Ponorogo, Muhadjir meminta Pemkab Ponorogo secepatnya mengusulkan Reog Ponorogo ke UNESCO dan mempersiapkan data yang diperlukan.

Sebelumnya, Reog Ponorogo telah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Mendikbudristek pada 2013. 

Menurut pemaparan Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasin Olahraga, Didik Suhardi, berkas pengusulan dan kelengkapan Reog telah diterima oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Direktorat Pelindungan Kebudayaan. Kemudian diajukan kepada Sekretariat ICH UNESCO pada tanggal 31 Maret 2022 beserta nominasi lainnya, yaitu, tempe, jamu, tenun indonesia dan kolintang.

“Secara kesiapan video foto dan dokumen sudah disiapkan Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya juga sudah diterima oleh Kemendikbud, tapi sampai hari ini belum ada pengumuman lagi,” ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, telah memberikan penjelasan terkait penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian ini. Bahwa bulu merak tersebut bukan dicabut, akan tetapi memang dalam kurun waktu tertentu bulu merak tersebut lepas sendiri dari tubuh Merak.

Kemudian yang belasan tahunan lalu menggunakan kulit harimau, kini sudah diganti kulit kambing diformat seperti kulit harimau. 

Kalau dua hal ini sudah terjawab dan meyakinkan UNESCO, kata dia, kemudian Reog Ponorogo akan lolos sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.

Setiap tahun Kemendikbudristek seleksi warisan budaya tak benda di Indonesia. Kemudian, warisan budaya tak benda Indonesia ini yang menjadi unggulan akan dilanjutkan ke UNESCO. 

Pemkab Ponorogo sendiri sebelumnya pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO pada 2018, namun belum berhasil. Pada tahun tersebut, justru gamelan yang lolos dan berhasil diakui UNESCO pada 15 Desember 2021. 

Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional rakyat Ponorogo yang di dalamnya terdapat unsur-unsur penari warok, jatil, bujangganong, kelanasewandana, dan barongan. Tarian tersebut diiringi dengan seperangkat instrumen pengiring Reog khas ponoragan yang terdiri dari kendangi, kempul (gong), kethuk-kenong, slompret, tipung, dan angklung.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER