Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

06 Agustus 2022

09:46 WIB

India Tawarkan Pesawat Tempur Ringan Ke Indonesia

Sebagai upaya mengurangi ketergantungan India pada peralatan pertahanan asing, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi juga telah melakukan upaya diplomatik untuk mengekspor jet

Editor: Faisal Rachman

India Tawarkan Pesawat Tempur Ringan Ke Indonesia
Ilustrasi. Suasana bagian perakitan jet tempur Angkatan Udara India Rafale. Dok. Antara/Reuters/Regis Duvignau

NEW DELHI - India menawarkan penjualan 18 unit pesawat tempur ringan (LCA) "Tejas" ke sejumlah negara. Termasuk Indonesia dan Malaysia.
 
Kementerian Pertahanan India mengatakan kepada parlemen, Hindustan Aeronautics pada Oktober tahun lalu menanggapi permintaan proposal dari Angkatan Udara Kerajaan Malaysia untuk 18 jet. Mereka juga menawarkan untuk menjual varian Tejas ke sejumlah negara.
 
"Negara lain yang telah menunjukkan minat pada pesawat LCA adalah Argentina, Australia, Mesir, AS, Indonesia, dan Filipina," kata Menteri Pertahanan junior India Ajay Bhatt kepada anggota parlemen dalam jawaban tertulis yang dikutip dari Antara, Sabtu (6/8).
 
Pemerintah India tahun lalu memberikan kontrak senilai US$6 miliar (sekitar Rp89,7 triliun) kepada BUMN Hindustan Aeronautics Ltd, untuk memproduksi 83 jet Tejas, untuk pengiriman mulai sekitar tahun 2023.
 
Sebagai upaya mengurangi ketergantungan India pada peralatan pertahanan asing, pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi juga telah melakukan upaya diplomatik untuk mengekspor jet. Tejas, yang bermesin tunggal dan memiliki dua tempat duduk, sebelumnya sempat ditolak oleh Angkatan Laut India karena dinilai terlalu berat.
 
Bhatt mengatakan, India juga sedang mengerjakan pembuatan jet tempur siluman, tetapi menolak memberikan batas waktu pengembangannya dengan alasan masalah keamanan nasional.
 
April lalu, Inggris menyatakan akan mendukung India untuk membangun jet tempur sendiri. India saat ini memiliki jet tempur dari Rusia, Inggris, dan Prancis.

Kecelakaan Fatal
India ingin menghentikan penggunaan semua jet tempur Rusia era Soviet, MiG-21, mulai pada 2025. Menyusul sejumlah kecelakaan fatal, demikian berdasarkan laporan harian Times of India bulan lalu.
 
Mengutip The Times of India, beberapa pejabat Angkatan Udara India mengatakan, jet-jet tersebut sudah lama melewati waktu pensiunnya. Tetapi unit-unit tersebut harus diganti dulu sebelum dihentikan selamanya.

Tidak disebutkan seberapa besar hal itu akan mempengaruhi kemampuan armada pesawat tempur India. Situs berita Wion mengatakan, India memiliki 70 MiG-21. AU dan Kementerian Pertahanan India telah membeli pesawat buatan Barat dalam beberapa tahun terakhir.
 
Seorang pejabat senior kemhan tidak membantah atau membenarkan laporan The Times of India itu. Dia hanya mengatakan, masa depan MiG-21 masih dibahas ketika pasokan suku cadang dari Rusia semakin sulit didapatkan karena perang di Ukraina.
 
Untuk diketahui, MiG-21, yang dijuluki "peti mati terbang" oleh media India, pernah menjadi jet tempur utama di negara itu sejak pertama kali dirilis pada 1963. Pesawat itu telah digunakan militer India untuk menyerang Pakistan, menyusul dugaan serangan bunuh diri pada 2019 di wilayah Kashmir yang dipersengketakan kedua negara.
 
Namun, banyak kecelakaan melibatkan jet tempur itu dalam beberapa tahun terakhir. Kecelakaan MiG-21 di wilayah gurun Rajasthan baru-baru ini menjadi insiden keenam jet tempur tersebut yang telah menewaskan lima pilot sejak tahun lalu, menurut data resmi dan seorang sumber.
 
Pada 2012, Menteri Pertahanan saat itu, A.K. Antony mengatakan kepada parlemen, separuh lebih dari 872 MiG-21 India hancur akibat kecelakaan selama empat dekade sebelumnya.
 

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER