Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

06 Agustus 2022

15:37 WIB

IDAI: ASI Imunisasi Pertama Bagi Bayi

Berdasarkan data UNICEF tahun 2021, hanya satu dari dua bayi yang disusui eksklusif sampai enam bulan, artinya sekitar 50%

Editor: Nofanolo Zagoto

IDAI: ASI Imunisasi Pertama Bagi Bayi
Petugas kesehatan memberikan vaksin polio dengan cara diteteskan kepada seorang bayi. ANTARA FOTO/Ampelsa

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Naomi Esthernita F. Dewanto, mengingatkan pentingnya peran air susu ibu (ASI) bagi bayi. Dia menyebut ASI sebagai imunisasi pertama bagi bayi.

"ASI itu merupakan imunisasi pertama untuk bayi, untuk menghindari penyakit dan mencegah kematian," katanya dalam seminar virtual dalam rangka World Breastfeeding Week yang diikuti dari Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (6/8).

Selain mengandung nutrisi esensial yang dibutuhkan bayi, ASI mengandung immunoglobulin (antibodi) yang memperkuat sistem imun lokal saluran cerna, serta komponen lain yang mempunyai efek perlindungan seperti laktoferin yang bisa menghambat pertumbuhan bakteri dan lisozim yang dapat menghancurkan dinding sel bakteri yang terdapat pada selaput lendir saluran cerna. 

Keberadaan zat-zat bioaktif dalam ASI mendukung ketahanan tubuh bayi, yang ketika baru lahir imunnya masih rendah.

"Immunoglobulin yang akan keluar lewat ASI itu akan sampai ke bayi. Jadi immunoglobulin juga merupakan imunisasi, pertahanan tubuh bayi," kata Naomi.

Kepala Departemen Pediatri Universitas Tarumanegara itu menyoroti penurunan angka pemberian ASI eksklusif selama enam bulan kepada bayi.

Dia mengutip data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang memperlihatkan penurunan angka pemberian ASI eksklusif dari 61,33% pada 2017 menjadi 37,3% pada 2018.

"Angka dari UNICEF terakhir bahwa tahun 2021 hanya satu dari dua bayi yang disusui eksklusif sampai enam bulan, artinya sekitar 50%," katanya.

Dia menyebut kampanye penjualan susu pengganti ASI, kurangnya dukungan keluarga dan komunitas, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja maupun tempat umum sebagai faktor yang mempengaruhi penurunan angka pemberian ASI secara eksklusif.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER