Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

POLITIK

11 Juni 2021|18:08 WIB

Gerindra Nilai Wajar Gelar Megawati Jadi Isu Koalisi

Menhan Prabowo hadir saat Megawati terima gelar dari Unhan

Penulis: Gisesya Ranggawari,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageMegawati dan putrinya Puan Maharani di Akademi Militer. Antarafoto

JAKARTA - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menilai wajar, dalam politik, analisa maupun dugaan-dugaan yang berkembang merupakan hal yang biasa. Termasuk, adanya dugaan gelar Profesor Kehormatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dari Universitas Pertahanan (Unhan) dikaitkan dengan koalisi PDIP-Gerindra.

"Dalam hal politik orang boleh menganalisa siapa saja dan sah-sah saja kok menurut saya," kata Dasco, Jumat (11/6) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Meski demikian, ia menjelaskan sampai saat ini Partai Gerindra belum mengambil keputusan apapun terkait koalisi, baik dalam jangka waktu dekat maupun untuk Pemilu tahun 2024. Menurut dia, untuk memutuskan koalisi partai masih harus membicarakan lebih dalam di pertemuan internal.

"Kalau di Gerindra sendiri soal koalisi belum diputuskan dan kebiasaan kami ada forum yang khusus untuk itu," imbuh Wakil Ketua DPR ini.

Ia menambahkan, keputusan soal koalisi juga tidak akan diputuskan jauh-jauh hari sebelum Pemilu atau Pilpres yang akan dilaksanakan pada tahun 2024. Saat ini, ia mengklaim Partai Gerindra hanya akan fokus untuk membenahi internal partai terlebih dahulu.

"Biasanya (keputusan terkait koalisi) juga tidak di awal-awal. Kami sedang fokus konsolidasi partai," jelas Dasco.

Sebelumnya, pengukuhan Presiden kelima yang sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai Profesor Kehormatan di Universitas Pertahanan (Unhan) dinilai oleh beberapa kalangan sebagai sinyal makin akrabnya hubungan PDIP dan Gerindra.

Dugaan itu muncuk karena Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra ikut mengusulkan dan mendukung Megawati meraih gelar Profesor Kehormatan dari Unhan yang berada di bawah Kemenhan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengakui bahwa PDIP dan Partai Gerindra memiliki kedekatan. Maka, PDIP memang sedang mempertimbangkan wacana koalisi poros PDIP-Gerindra untuk tahun 2024.

Hasto mengatakan, hubungan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto berjalan baik. Ia menyebut terdapat kedekatan secara ideologis, kultural, organisasi, serta basis massa yang akan menjadi pertimbangan untuk bekerjasama.

"Memang melihat bagaimana kedekatan hubungan Pak Prabowo dengan ibu Megawati karena selain aspek ideologi faktor kedekatan kultural, kedekatan organisasi, kedekatan basis massa, kedekatan dari aspek strategi untuk memperluas basis masa itu juga akan menjadi pertimbangan," tutur Hasto.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER