Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

15 Januari 2022

08:00 WIB

Gempa Banten Rusakkan 738 Bangunan

BPBD masih mencatat kerusakan bangunan akibat gempa Banten dengan magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1) sore.

Editor: Leo Wisnu Susapto

Gempa Banten Rusakkan 738 Bangunan
Ilustrasi tembok retak akibat gempa. ANTARA/Jimmy Ayal/pri

PANDEGLANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten mendata, rumah rusak akibat gempa magnitudo 6,6 yang terjadi Jumat (14/1), pukul 16.05 WIB mencapai 738 unit.

"Kemungkinan data bangunan rumah rusak itu terus bertambah," kata Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro di Pandeglang, Sabtu (15/1) seperti dikutip dari Antara.

Bangunan rumah yang rusak tersebar di 27 kecamatan dan 113 desa, namun yang terparah di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

Dari 738 bangunan rumah yang   rusak terdiri atas rusak berat 164 unit, 413 unit rusak ringan, dan 170 unit rusak sedang, kata dia.

Sedangkan sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang rusak di antaranya gedung sekolah 13 unit, puskesmas 14 unit, kantor desa tiga unit, masjid empat unit dan satu unit tempat usaha.

"Kami masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan dan belum mendata jiwa terdampak bencana," lanjut dia.

Berdasarkan pengalaman bencana tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Kabupaten Pandeglang, ujar dia, dipastikan korban bencana gempa magnitudo 6,6 akan menempati hunian sementara (huntara) sebelum mereka mendapatkan hunian tetap (huntap).

Selain itu, sambung dia, mereka mendapatkan jaminan kehidupan dengan menerima kebutuhan bahan pokok, lauk pauk, dan lainnya.

"Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada  korban bencana agar mereka hidup layak. Kita yakin mereka bisa terpenuhi kebutuhan dasarnya karena berdasarkan pengalaman, " sebut dia.

Geger Lintang
Di Sukabumi, beberapa jam sebelum gempa bumi yang berpusat di Sumur, Banten itu, muncul geger lintang atau lebih dikenal hiu paus atau hiu bentang yang berenang mendekati bibir Pantai Citepus Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Hiu Paus tadi memang sempat berenang mendekati bibir Pantai Citepus, sekitar 10.00 WIB. Saya dan beberapa wisatawan sempat memotret dan merekamnya dengan handphone," kata petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Asep Saepulloh atau Asep Edom kepada wartawan di Sukabumi, Jumat (14/1).

Menurut Asep Edom, kemungkinan hiu bentang mendekati bibir pantai karena sedang menyantap ikan-ikan kecil atau plankton.

Ia menganggap kemunculan hiu bernama ilmiah Rhincodon typus tengah mencari makan. Tapi harus diakui hiu bentang sangat jarang melintas di Pantai Citepus dan sekitarnya apalagi sampai mendekati bibir pantai.

Asep Edom mengatakan saat hiu bentang ini muncul ke permukaan laut kondisi pantai saat itu sedang sepi pengunjung. Hanya terlihat beberapa wisatawan saja, namun ia tetap memberikan imbauan untuk menjauhi pantai dan tidak mendekat hewan yang terancam punah ini.

Walaupun tidak memangsa atau menyerang orang, tetapi tetap berbahaya karena kibasan dari ekor maupun siripnya yang berukuran besar bisa melukai manusia. Kemunculannya memang tidak lama tapi tetap menjadi daya tarik bagi wisatawan.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

Minyak Rosemary Untuk Atasi Kerontokan

Kemendagri Minta NIK Untuk Pelaksaan Haji-Umroh

Perbankan Dinilai Diuntungkan Dengan Adanya Teknologi Metaverse

Wapres Ajak Ulama Indonesia Sebarkan Islam Moderat

Honda Segarkan Tampilan New Accord Di 2022

Lampaui Target, BPH Migas Kumpulkan PNPB Rp1,1 Triliun

KPK Rekrut 61 Jaksa

Ulang Tahun Ke-50 Paramount Rilis Ulang Film "The Godfather"