Selamat

Rabu, 1 Februari 2023

NASIONAL

26 Januari 2023

12:57 WIB

Didukung, Sanksi Puluhan Juta Untuk Angkutan Batu Bara Masuk Kota

Disinyalir, ratusan truk batu bara nekat masuk ke jalanan dalam Kota Jambi saban malam.

Editor: Rikando Somba

Didukung, Sanksi Puluhan Juta Untuk Angkutan Batu Bara Masuk Kota
Truk bermuatan batu bara dan sejumlah kendaraan melintas di Jalan Lintas Sumatera Jambi-Padang di Muarojambi, Jambi, Jumat (16/3/2018). ANTARAFOTO/Wahdi Septiawan

JAMBI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi berupaya mengurai kemacetan yang diakibatkan angkutan batu bara di jalan lintas provinsi yang menjadi problem sejak lama. Terkait upaya ini, Gubernur Jambi Al Haris mendukung penuh upaya Pemerintah Kota Jambi yang mendenda sopir truk angkutan hasil tambang itu, yang melanggar aturan masuk dan melintasi jalan di Kota Jambi.

"Berbagai ruas jalan di Kota Jambi memang banyak yang dilewati atau dilintasi oleh mobil truk angkutan batu bara liar dan melanggar aturan, sehingga kami dari Pemerintah Provinsi Jambi mendukung kebijakan yang diambil Wali Kota Jambi Syarif Fasha," kata Gubernur Al Haris, di Jambi, Kamis (26/1).

Dia menekankan, Kota Jambi bukan menjadi daerah yang dilintasi oleh jalur angkutan batu bara. Dari banyaknya angkutan barang tambang yang melintasi perkotaan, menimbulkan kekhawatiran warga akan meningkatkan kecelakaan lalu lintas. 

Karenanya, Pemprov Jambi mendukung tindakan tegas pemerintah kota yang mendenda angkutan batu bara sebesar Rp50 juta jika melintasi jalan di Kota.

"Saya berharap pengusaha angkutan batu bara dapat memaksimalkan jalan yang sudah ditentukan sebagai jalur mereka," kata Al Haris.

Dikutip dari Antara, jalur untuk angkutan batu bara yang melintasi Kota Jambi hanya di jalan lintas lingkar selatan. Lainnya, dilarang untuk dilintasi angkutan hasil tambang itu. 

Banyaknya angkutan yang melintas, juga menyebabkan rusaknya ruas jalan. Kini, Pemprov juga meminta dukungan DPRD untuk mengafirmasi kucuran dana perbaikan jalan yang rusak.

"Contoh jalan lintas provinsi dari Simpang Karmeo ke Kilang di Kabupaten Batang Hari, kita minta DPR RI untuk bantu dana dari pusat untuk jalan tersebut karena jalan tersebut baru dibangun dan dalam tahap pengerasan," imbuhnya.

Ratusan Saban Malam
Untuk jalur lintasan angkutan batu bara, pemprov tengah membangun jalan sepanjang 80 km dari Muaro Jambi menuju Batang Hari. Pihak investor juga sudah mengajukan izin kepada Pemprov Jambi untuk membebaskan jalan yang melintasi hutan lindung dan suratnya sudah masuk dan sedang dikaji di Dinas Kehutanan.

Di Kota Jambi, lalu lintas truk batu bara di Kota Jambi, belakangan kerap dipersoalkan warga. Banyak mereka yang mengadukan persoalan angkutan ini kepada Wali Kota Jambi Syarif Fasha.  

Terhadap persoalan itu, Syarif Fasha memimpin rapat pembahasan angkutan truk batu bara. Fasha pun menukas, kondisi ini membuat seolah-olah pemerintah tidak ada.

"Hal ini  tidak bisa kita biarkan semakin lama, semakin panjang," kata Fasha, membuka rapat, Rabu malam. 

Dia mengatakan, jumlah angkutan truk batu bara yang nekat masuk ke jalanan dalam kota Jambi disinyalir sampai ratusan saban malam. Ini berimbas pada kerusakan jalan, konflik masyarakat, masalah kesehatan, dan berpotensi menimbulkan kerawanan kecelakaan.   

Pada kesempatan itu, Fasha mengungkapkan sudah mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 54 Tahun 2023 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penertiban Lalu lintas Angkutan Jalan (Batu Bara). Tim yang terdiri dari berbagai unsur aparat hukum dan Pemerintah Kota Jambi itu akan menjalankan tugas pengawasan dan penegakan hukum melalui penerapan sanksi dan denda, serta hukuman pidana kurungan. 

Aturan ini juga mengacu Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 4 Tahun 2017 Pasal 22. 

Sanksi yang diterapkan dimulai dari penahanan kendaraan selama dua minggu hingga satu bulan, tilang akumulatif, pengenaan denda maksimal lima puluh juta rupiah, pidana hingga kurungan paling lama enam bulan.


KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER