Selamat

Jumat, 24 September 2021

14 September 2021|19:33 WIB

Densus 88 Tingkatkan Pelacakan Kelompok Teroris

Pemerintah Jepang ingatkan warganya di Indonesia untuk waspada

Penulis: James Fernando,

Editor: Leo Wisnu Susapto

ImageIlustrasi terorisme. Ist

JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri akan meningkatkan upaya pelacakan dan pencegahan terkait ancaman teror. Sebelumnya, pemerintah Jepang mengingatkan warganya di sejumlah negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia tentang risiko ancaman teror bom bunuh diri beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Bantuan Operasi Densus 88 Mabes Polri, Komisaris Besar (Kombes) Aswin Siregar mengatakan, segera melakukan penelusuran terkait peringatan yang disampaikan oleh Pemerintah Jepang tersebut.

“Jadi, akan kami dalami maksud pernyataan dan sumber informasinya. Densus selalu dalam kondisi siaga untuk memonitor gerakan jaringan teroris di wilayah kita. Termasuk regional dan internasional. Jadi akan kami tindak lanjuti informasi itu,” kata Aswin, kepada wartawan, Selasa (14/9).

Selama ini, kata Aswin, Densus 88 melakukan upaya preemptive strike atau pencegahan terhadap aksi teroris di Indonesia secara maksimal. Upaya itu guna mengantisipasi gerakan suatu jaringan berubah menjadi aksi teror.

Terlebih, Densus 88 memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan eskalasi ancaman dari jaringan atau kelompok teroris. Karena itu, Densus dalam status siaga untuk melakukan pencegahan aksi teror.

Dalam penerapannya, Aswin menyebutkan, Densus akan memprioritaskan keamanan publik dari serangan terror. Oleh karena itu, Aswin meminta agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi isu terorisme tersebut.

"Jadi, Densus 88 tidak pernah berhenti bergerak, baik dalam pencegahan maupun penindakan," kata Aswin.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan telah mendapat informasi terkait peningkatan risiko ancaman teror bom bunuh diri di enam negara. Diantaranya adalah Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga meminta agar warganya menjauh dari fasilitas keagamaan yang dianggap berisiko menjadi target serangan. Namun, tak dijelaskan rinci terkait informasi awal mengenai ancaman teror itu.

Terkait hal ini, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah membantah warga Jepang di Indonesia mendapat peringatan tersebut. Faizasyah juga menepis kabar bahwa warga Jepang di Indonesia telah mendapat peringatan semacam itu.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA