Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

KESRA

11 Juni 2021|11:36 WIB

Cegah Karhutla, Operasi TMC Sasar 4 Provinsi

Operasi TMC merupakan upaya modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan

Penulis: Seruni Rara Jingga,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageSatgas Karhutla Riau berusaha memadamkan api yang membakar lahan di Pekanbaru, Riau, Jumat (2/4/2021). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

JAKARTA – Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Laksmi Dhewanthi menyatakan, saat ini sudah ada empat provinsi yang telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keempat provinsi tersebut di antaranya Riau, Kalimantan Barat, Jambi dan Sumatra Selatan.
 
Untuk itu, dalam upaya memitigasi karhutla, KLHK bersama kementerian/lembaga lain bekerja sama melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di empat wilayah tersebut.
 
Upaya rekayasa hujan melalui TMC dilaksanakan di Provinsi Riau dan Kalimantan Barat pada 10 Maret–5 April 2021. Untuk Provinsi Sumatra Selatan dan Jambi, pelaksanaan TMC dimulai pada 10 Juni 2021 hingga 15 hari ke depan.
 
"Keempat provinsi tersebut perlu segera dilakukan peningkatan upaya pengendalian karhutla sehingga karhutla dapat diatasi dengan cepat, api tidak membesar, dan tidak terjadi bencana kabut asap,” kata Laksmi dalam keterangan pers, Jumat (11/6).
 
Laksmi menjelaskan, operasi TMC merupakan upaya modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan pada saat terjadi kebakaran hutan dan lahan, sehingga diharapkan hujan yang turun dapat memadamkan api.
 
Hujan buatan tersebut juga berfungsi untuk membasahi lahan gambut, mengatasi kekeringan pada wilayah tertentu dan mengisi embung.
 
"Operasi TMC ini menjadi salah satu terobosan dalam rangka mitigasi yang diharapkan dapat bermanfaat dalam mempertahankan kebasahan lahan terutama lahan gambut untuk meminimalkan potensi terjadinya karhutla," kata Laksmi.


Selain upaya TMC, KLHK secara intensif terus melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla bersama beberapa stakeholder. Mulai dari masyarakat, patroli terpadu, patroli mandiri Manggala Agni dan memberdayakan masyarakat melalui MPA Paralegal dan tokoh masyarakat.
 
"Pengecekan titik panas (hotspot) juga segera dilakukan pada setiap hotspot yang terpantau dan segera dilakukan pemadaman dini jika ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan oleh para petugas di lapangan," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

TERPOPULER