Selamat

Senin, 8 Agustus 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

06 Agustus 2022

12:19 WIB

BPOM Periksa 1000 Lebih Warung Kopi Di Aceh

Di wilayah ini, ada beberapa makanan yang masih didapati di mengandung boraks.

Editor: Rikando Somba

BPOM Periksa 1000 Lebih Warung Kopi Di Aceh
Ilustrasi seorang barista membuat kopi pesanan pembeli. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

BANDA ACEH- Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) memeriksa 1.000 lebih warung kopi seluruh Aceh. Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi makanan mengandung bahan berbahaya boraks di warung-warung kopi. Diungkapkan, tindakan ini dilakukan karena selama ini BPOM mendapati, masih ada yang menjual makanan mengandung boraks di bumi Serambi Makkah itu. 

“Ada beberapa, namun tidak banyak warung kopi yang masih kita temukan produknya menggunakan bahan berbahaya,” kata Kepala BBPOM Banda Aceh Yudi Noviandi di Banda Aceh, Jumat (6/8).

Yudi saat sosialisasi program bernama Inovasi Sanger Ureung Aceh mengungkapkan, ada empat bahan berbahaya pada makanan yang lazim digunakan masyarakat. Keempatnya adalah metani yellow, rodhamin B, formalin dan boraks.

Di saat sama, dia mengungkapkan juga, pihaknya masih menemukan kopi saset yang dijual di daerah itu mengandung bahan berbahaya berupa obat-obatan.

“Kopi instan, yang saset itu masih kita temukan mengandung bahan kimia obat, bahkan ada obat kuat,” imbuh Yudi.

Yudi menjelaskan Aceh belum terbebas dari penggunaan bahan berbahaya pada makanan, terutama boraks.  Di wilayah ini, ada beberapa makanan yang masih didapati di mengandung boraks. Makanan-makanan ini seperti mi, bakso, ketupat, kerupuk tempe, nasi buras, lontong, hingga siomay. 

Sedangkan untuk kopi, kata Yudi, kopi Aceh umumnya terbebas dari bahan berbahaya, kecuali kopi instan atau kopi saset yang masih mengandung bahan kimia obat-obatan, mulai dari obat kuat, obat tradisional ilegal hingga paracetamol.

“Itu nanti akan kita rekomendasi untuk dicabut dari warung tersebut, kopi saset itu,” katanya, dikutip dari Antara.




Ditandai
Di Aceh, ada sekitar 1.200 warung kopi yang telah terdata. Sebanyak 700 warung kopi berada di ibu kota Aceh Banda Aceh, sekitar 100 warung kopi di Aceh Besar dan selebihnya tersebar di seluruh daerah Aceh.Kesemuanya diperiksa 50 petugas BPPOM untuk tes cepat deteksi boraks.  

Untuk warung kopi yang dinyatakan bersih dari boraks dan unsur berbahaya lainnya, BPOM menerakan stiker Sanger Ureung Aceh. Stiker ini menegaskan,  bahwa makanan dan minuman di warung kopi ini sudah dinyatakan aman dikonsumsi.

Sebelumnya, BPOM juga mengungkap enam merek kopi kemasan atau sachet yang mengandung bahan kimia obat (BKO) Sildenafil dan Paracetamol. Sildenafil biasanya digunakan sebagai 'obat kuat' atau mengatasi disfungsi ereksi. Sementara, Paracetamol biasanya digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri.. 

Kepala BPOM, Penny K. Lukito beberapa waktu lalu mengatakan, ada enam merek kopi yang mengandung bahan kimia obat antara lain Kopi Jantan, Kopi Cleng, Kopi Bapak, Spider, Urat Madu, dan Jakarta Bandung. Dia bahkan menyebutkan, tulisan izin BPOM pada kemasan kopi tersebut adalah palsu. 

 "Bahan Kimia Obat merupakan bahan yang dilarang digunakan dalam obat tradisional dan pangan olahan. Bahan kimia obat seperti Paracetamol dan Sildenafil merupakan bahan yang digunakan untuk produksi obat," kata Penny awal Maret lalu.

Penny mengatakan, kopi kemasan yang mengandung obat kimia Paracetamol dan Sildenafil sangat berbahaya. Penggunaan Paracetamol dan Sildenafil  dapat mengakibatkan efek samping yang ringan, berat hingga yang paling fatal, kematian, jika sembarang digunakan.

Paracetamol dapat menimbulkan efek samping mual, alergi, tekanan darah rendah, kelainan darah. Jika ini dikonsumsi terus-menerus, individu yang mengonsumsi bisa mengalami kerusakan pada hati dan ginjal.

Sementara Sildenafil punya efek samping mulai dari yang ringan seperti mual, diare, kemerahan pada kulit, bahkan kejang, denyut jantung tidak teratur. Yang parah adalah pandangan kabur, buta mendadak, bahkan dapat menimbulkan kematian.

"Jika tidak digunakan sesuai aturan pakai,  bahan kimia obat ini dapat menimbulkan risiko tinggi dan efek samping yang dapat membahayakan kesehatan," ujarnya.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER