Selamat

Kamis, 1 Desember 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

25 November 2022

19:37 WIB

BPNB: Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 310 Orang

BNPB mendata ada 24 korban gempa Cianjur masih belum berhasil ditemukan

Editor: Nofanolo Zagoto

BPNB: Korban Meninggal Gempa Cianjur Jadi 310 Orang
Foto kerusakan rumah akibat gempa Cianjur yang diambil pada Jumat (25/11/2022). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/rwa.

CIANJUR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah naik menjadi sebanyak 310 orang. Kenaikan jumlah korban terjadi setelah ditemukan 17 jenazah pada hari kelima proses pencarian pada Jumat (2/11).

Adapun sebelumnya pada Kamis (24/11), BNPB menyatakan ada 272 korban yang meninggal dunia. Kemudian pada Jumat, ada sembilan jenazah yang ditemukan di area pencarian Warung Sate Sinta, dan ada delapan jenazah ditemukan di area Desa Cijedil, Cugenang.

"Dan yang masih belum ditemukan adalah 24 orang, nah 24 orang ini masih dicari terus, tetapi 24 orang ini jelas identitasnya, sehingga kalau ditemukan tinggal dikurangi jumlah hilang," Kepala BNPB Suharyanto di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Antara.

Sebelumnya pada Kamis (24/11), kata dia ada tujuh orang warga pelintas yang dilaporkan hilang di area longsor Warung Sate Sinta. Namun ternyata, ditemukan sembilan jenazah pada Jumat. Dengan begitu ada dua jenazah yang belum teridentifikasi.

"Mohon seluruh masyarakat di sekitar Cugenang atau seluruh Kabupaten Cianjur, atau dari luar Kabupaten Cianjur yang merasa ada keluarganya yang tidak ditemukan atau hilang untuk segera lapor," katanya.

Di samping itu, kata dia, tidak ada perbedaan cukup signifikan terkait jumlah kerusakan materiil, seperti rumah rusak ringan, rusak berat, dan rusak sedang.

Namun, kata dia, ada penambahan jumlah sekolah yang rusak menjadi 363, kemudian ada 144 rumah ibadah yang rusak, tiga fasilitas kesehatan yang rusak, dan 16 perkantoran yang rusak.

"Tim masih terus bekerja di lapangan baik tim dari Kementerian PUPR, pemerintah, perguruan tinggi, BNPB, BPBD, jadi rumah rusak, berat, ringan, ini angkanya fluktuatif," demikian kata Suharyanto.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER