Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

14 Januari 2022

19:56 WIB

BNPT Dorong Anak Muda Miliki Pola Pikir Kritis

Anak muda yang sebagian besar merupakan pengguna internet dinilai BNPT lebih rentan dipengaruhi propaganda radikalisme dan terorisme

Editor: Nofanolo Zagoto

BNPT Dorong Anak Muda Miliki Pola Pikir Kritis
Ilustrasi anak muda menggunakan internet via HP. Antarafoto

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme mendorong generasi muda berpola pikir kritis. Harapannya agar terhindar dari pengaruh propaganda radikalisme dan terorisme.

"Melalui RAN PE, BNPT mendorong adanya suatu critical thinking atau pola pikir kritis yang berbasis pendidikan, sehingga ini akan membuat resistensi dari anak muda Indonesia terhadap godaan propaganda radikalisme dan terorisme," ujar Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Andhika Chrisnayudhanto, seperti dilansir Antara.

Hal itu dikemukakan dia saat menjadi narasumber dalam webinar nasional bertajuk Refleksi Kekerasan Ekstremisme 2021 yang disiarkan langsung di kanal YouTube CONVEY Indonesia, Jumat (14/1).

Pola pikir kritis itu, kata Andhika, makin bernilai penting untuk dimiliki generasi muda saat ini. Karena mereka yang sebagian besarnya merupakan pengguna internet lebih rentan dipengaruhi propaganda radikalisme dan terorisme.

Berdasarkan survei BNPT yang dilakukan dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di 32 provinsi di akhir tahun 2020, kata dia, yang banyak terpengaruh propaganda radikalisme dan terorisme adalah mereka yang gunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, seperti anak muda.

Meskipun pada survei tersebut diketahui potensi radikalisme dan terorisme di Indonesia menurun, generasi muda kata Andhika masih kerap menjadi kelompok rentan yang mudah dipengaruhi propaganda radikalisme serta terorisme.

Oleh karena itu, pola pikir kritis generasi muda akan menghindari mereka dari pengaruh propaganda terorisme dan radikalisme yang bermunculan dalam berbagai bentuk, terutama konten-konten implisit di media sosial.

Melalui pola pikir kritis itu, Andhika pun mengimbau generasi muda dapat membiasakan diri melakukan tindakan saring sebelum sharing. Tindakan tersebut adalah upaya memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang diterima di media sosial agar tidak memuat unsur hoaks, bahkan bermuatan radikalisme dan terorisme.

"Saring sebelum sharing ini tagline yang dihadirkan BNPT untuk meningkatkan literasi digital. Kita bukan hanya membaca literatur yang ada di dunia digital, melainkan juga berupaya untuk mempelajari suatu isu secara mendalam sehingga tidak mudah terpengaruh konten hoaks, radikalisme, ataupun terorisme," kata Andhika.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER