Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

15 Januari 2022

18:00 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Gempa M 8,7 Di Selat Sunda

Segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa M 8,7 dan kejadian ini disebut BMKG dapat terjadi sewaktu-waktu

Editor: Nofanolo Zagoto

BMKG Ingatkan Potensi Gempa M 8,7 Di Selat Sunda
Ilustrasi gempa. Shutterstock/dok

JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M)6,6 mengguncang wilayah Sumur, Banten pada Jumat sekitar pukul 16.05 WIB. Pusat gempa berada di Selat Sunda, atau pada jarak 132 km arah barat daya Kota Pandeglang, Banten. Tercatat, ratusan rumah rusak akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gempa M6,6 di Selat Sunda yang terjadi kemarin sebenarnya bukan ancaman sesungguhnya. Sebab segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7.

"Segmen megathrust Selat Sunda mampu memicu gempa dengan magnitudo tertarget mencapai 8,7 dan ini dapat terjadi sewaktu-waktu, inilah ancaman yang sesungguhnya," ujar Daryono dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/1).

Daryono mengungkapkan, gempa di zona megathrust Selat Sunda dapat terjadi kapan saja, mengingat wilayah Selat Sunda merupakan salah satu zona seismic gap di Indonesia. Sebagai informasi, zona seismic gap adalah zona yang aktif secara tektonik namun sepi gempa besar.

Selama ratusan tahun, wilayah itu belum terjadi gempa besar. Hal ini kata Daryono patut diwaspadai, lantaran zona seismic gap Selat Sunda berada di antara dua lokasi gempa besar yang merusak dan memicu tsunami, yaitu Gempa Pangandaran magnitudo 7,7 yang terjadi pada 2006 dan Gempa Bengkulu magnitudo 8,5 yang terjadi pada 2007.

Dia mengungkapkan, peristiwa gempa kuat dan tsunami adalah proses alam yang tidak dapat dihentikan. Bahkan, hingga saat ini belum ada yang bisa memprediksi kapan peristiwa tersebut akan terjadi.

Di dalam ketidakpastian kapan terjadi bencana tersebut, Daryono mengimbau agar menyiapkan berbagai upaya mitigasi konkret, seperti membangun bangunan tahan gempa.

Selain itu, memodelkan bahaya gempa dan tsunami, yang kemudian menjadikan model itu sebagai acuan mitigasi, seperti perencanaan wilayah berbasis risiko gempa dan tsunami, menyiapkan jalur evakusi, memasang rambu evakuasi, membangun tempat evakuasi, berlatih evakuasi secara berkala, termasuk juga edukasi evakuasi mandiri.

"Di samping itu BMKG juga akan terus meningkatkan performa peringatan dini tsunami lebih cepat dan akurat," pungkas Daryono.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER

KPK Sebut NFT Berpotensi Jadi Tempat Cuci Uang

PLN Jamin Ketersediaan Pasokan Batu Bara PLTU Pada Februari 2022

Kisah Berdirinya Starbucks

YouTube Mulai Tertarik Kembangkan NFT

3 Provinsi Catat Kasus Baru Covid-19 di Atas Seribu Orang

PUPR: Kualitas Infrastruktur Bergantung Pada Kompetensi Insinyur

Minyak Rosemary Untuk Atasi Kerontokan

Kemendagri Minta NIK Untuk Pelaksanaan Haji-Umroh