Selamat

Sabtu, 19 Juni 2021

POLITIK

11 Juni 2021|12:20 WIB

AMSI Perlu Agresif Bersihkan Sampah Digital

Sampah digital tidak hanya mengganggu bisnis media, tetapi juga merusak keadaban di ruang publik

Penulis: Nofanolo Zagoto,

Editor: Nofanolo Zagoto

ImageIlustrasi berita hoaks. Shutterstock/dok

JAKARTA – Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut mengingatkan para pengurus AMSI untuk agresif membersihkan sampah digital seperti hoaks dan ujaran kebencian. Hal ini disampaikannya di hadapan para peserta Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2021 AMSI Jawa Timur di Pasuruan pada 11–12 Juni 2021.

Wens mengingatkan, sampah digital tidak hanya mengganggu bisnis media, tetapi juga merusak keadaban di ruang publik. 

"Raker ini harus merumuskan program konkret untuk mengatasi masalah ini, seperti mengadakan pelatihan cek fakta bagi semua pengelola media dan masyarakat umum, menginisiasikan pembentukan komunitas anti-hoaks dan hate speech," terang CCO Kapanlagi Youniverse ini di Surabaya, Kamis (10/6/2021).

Rakerwil diharapkan bisa merumuskan program kongkrit kolaborasi antara media dan stakeholder digital yang lain. Lalu, antara media dan pebisnis. Serta media dan pemerintah, maupun media dengan dunia perguruan tinggi. 

"Karena hakikat kolaborasi adalah efisiensi dan impactful. Makin kolaboratif makin efisien dan makin berdaya guna," tukas Wenseslaus Manggut saat ditemui sebelum pembukaan Rakerwil.

Wenseslaus juga berharap para pengurus AMSI Jatim dapat menyusun program yang benar-benar bisa dilaksanakan melalui Rakerwil ini. Baik bagi internal anggota maupun pihak eksternal terkait.

Secara internal antara lain merumuskan program yang benar-benar dibutuhkan oleh anggota dan pemilik media. Semisal penguatan manajemen pengelolaan media, coaching clinic dari sisi bisnis, konten berkualitas, dan menyusun program yang membantu anggota memahami tren bisnis media digital. 

Sementara secara eksternal, Wens menilai jika pengurus AMSI Jatim termasuk wilayah yang agresif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan stakeholder bisnis media, maupun stakeholder bisnis digital. 

Sementara itu, Ketua AMSI Jatim, Arief Rahman mengaku akan memanfaatkan Rakerwil ini sebagai ajang konsolidasi sekaligus kolaborasi media siber anggota AMSI dengan stakeholder ekosistem digital Jawa Timur.

"Kami berupaya keras untuk memastikan media siber atau media online anggota AMSI dapat dikelola secara profesional baik dari sisi konten maupun manajemen perusahaannya," kata Arief Rahman.

Konsolidasi dan kolaborasi ini diharapkan bermuara pada konten yang sehat dan berkualitas agar publik selalu mendapatkan informasi positif, edukatif, sekaligus konstruktif.

Apalagi, AMSI selama ini memang berkontribusi penting dalam memberantas dan membersihkan sampah-sampah digital di era disrupsi informasi yang meracuni dan juga merusak struktur sosial masyarakat. 

"Karena itu Rakerwil akan menjadi momentum bagi AMSI Jatim secara internal, semakin memperkuat kapasitas teman-teman anggota dalam mengelola media siber," kata Arief Rahman.

Sementara secara eksternal, AMSI Jatim siap berkontribusi positif bagi pembangunan Jatim khususnya dalam upaya menciptakan ekosistem digital yang bisa menjadi pemicu dan pengungkit pertumbuhan ekonomi Jatim. 

Ekosistem digital yang baik juga dinilai akan mampu mengembalikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Jatim di dalam situasi yang masih belum pulih karena pandemi. 

"Kita tahu bersama, kita masih dalam krisis kesehatan dan juga berimbas pada krisis ekonomi," ucap Ketua AMSI Jatim ini.

Sederet kepala daerah di Jatim turut menjadi narasumber Seminar Nasional dalam rangkaian Rakerwil AMSI Jatim. Antara lain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor, Bupati Pasuruan H.M Irsyad Yusuf, Bupati Pamekasan H Badrut Tamam. Dari sektor swasta Direktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, David Santoso dan COO PT Arkadia Digital Media, Tbk., Suwarjono juga menjadi pemateri.

 

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER