Selamat

Rabu, 26 Januari 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

14 Januari 2022

18:50 WIB

18 Siswa Jadi Korban Perpeloncoan Pramuka Di Ciamis

Polisi masih menunggu hasil visum untuk bisa menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan dalam perpeloncoan pramuka di Ciamis yang dinamai Lingkaran Setan itu

Editor: Nofanolo Zagoto

18 Siswa Jadi Korban Perpeloncoan Pramuka Di Ciamis
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

BANDUNG – Aksi perpeloncoan dalam kegiatan Pramuka di SMAN 1 Ciamis berujung pada dugaan penganiayaan. Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat ada 18 korban yang ditimbulkan dalam aksi yang dinamai Lingkaran Setan itu.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, kasus dugaan perpeloncoan yang berujung penganiayaan itu kini telah diusut oleh Polres Ciamis.

"Ada 18 orang junior tersebut menderita luka luka, lebam," kata Ibrahim di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (14/1).

Kini, polisi mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mulai dari korban, hingga pihak sekolah atau cabang satuan pendidikan. Kata Ibrahim, ada tiga orang yang dilaporkan akibat adanya kasus tersebut.

Adapun penyelidikan kasus tersebut bermula dari adanya laporan orang tua korban pada 12 Januari 2022. Sedangkan insiden Lingkaran Setan tersebut diduga terjadi sehari sebelumnya, yakni 11 Januari 2022.

Meski sudah ada belasan korban, menurutnya polisi masih menunggu hasil visum untuk bisa menetapkan tersangka kasus dugaan penganiayaan tersebut.

"Kami masih menunggu hasil visum sebelum naik jadi penyidikan. sekarang masih penyelidikan," kata Ibrahim.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat menyayangkan adanya insiden yang menimbulkan korban di lingkungan pendidikan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, dugaan penganiayaan dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut terjadi saat korban mengikuti kegiatan paskat atau pasukan tongkat yang sedang melatih kemampuan baris berbaris menggunakan tongkat.

"Jadi terkait kejadian Pramuka di SMKN 1 Ciamis, kejadian itu berawal dari hari Sabtu di luar sekolah. Jadi sebetulnya itu kegiatan di luar instansi pendidikan dan tidak ada izin dari sekolah," kata Dedi.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER