Selamat

Rabu, 5 Oktober 2022

NASIONAL | Validnews.id

NASIONAL

23 September 2022

20:00 WIB

10 Kebudayaan Palembang Raih Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal

Sertifikat ini sebagai hak paten dari negara untuk menjaga jangan sampai kekayaan budaya Palembang diklaim bangsa lain

Editor: Faisal Rachman

10 Kebudayaan Palembang Raih Sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal
Wali Kota Palembang Harnojoyo menerima sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) 10 kebudayaan tradisional Palembang, Jumat (23/9/2022). dok. Diskominfo Palembang

PALEMBANG - Sebanyak 10 kebudayaan tradisional asal Kota Palembang, Sumatera Selatan, resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) masyarakat, oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Sertifikat KIK tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Palembang Harnojoyo dari Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual (DJKI), Kemenkumham, di Grand Ballroom Hotel Novotel Palembang, Jumat (23/9)

"Sertifikat ini sebagai hak paten dari negara untuk menjaga jangan sampai kekayaan budaya Palembang diklaim bangsa lain," kata Harnojoyo.

Kebudayaan tradisional Palembang yang mendapat sertifikat KIK itu meliputi bidang seni teater, kriya, pangan, dan tradisi. Tradisi yang mendapat sertifikat KIK itu ialah seni teater Dulmuluk serta seni kriya Selendang Muzawaroh, Tanjak Palembang, dan Lak Palembang.

Selanjutnya, kebudayaan di bidang pangan ialah Tempoyak, Pidang, dan Kue Lapan Jam. Sementara di bidang tradisi adalah Tepung Tawar Perdamaian dan Ngidang.

Harnojoyo mengatakan, sertifikasi tersebut memicu Pemerintah Kota Palembang untuk terus mendedikasikan diri dalam memasyarakatkan kebudayaan luhur setempat. Hal itu bertujuan agar kebudayaan dan tradisi asal Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, tidak punah atau ditinggalkan di tengah determinasi kebudayaan global.

Pemkot sendiri, lanjutnya, melestarikan kebudayaan setempat melalui ragam rangkaian kegiatan. Antara lain, memasukkan unsur kebudayaan tersebut ke dalam Kalender Pariwisata Tahunan Palembang.

"Pemerintah akan terus melakukan upaya pelestarian yang dikemas secara kreatif untuk menyasar generasi saat ini. Tentu Sertifikat KIK ini jadi kebanggaan bagi seluruh warga Palembang," ujarnya.

WBTB
Sekedar informasi, pada tahun 2021 lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan mengusulkan 17 warisan budaya tak benda (WBTB) disertifikasi kemendikbud agar tetap lestari dan diakui dunia milik.

"Berdasarkan pengalaman banyak warisan budaya masyarakat Indonesia diakui bangsa lain. Sebagai upaya perlindungan dilakukan inventaris warisan budaya dan secara bertahap diusulkan sertifikasinya ke Kemendikbud," kata Kadisbudpar Sumsel Aufa Syahrizal.

Selain ke Kemendikbud, pihaknya akan memperjuangkan untuk mendapat pengakuan Unesco atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dia menjelaskan, warisan budaya tak benda yang diusulkan disertifikasi dan dikurasi di tingkat pusat untuk menjadi WBTB tingkat dunia, yakni budaya denda tepung tawar, makanan burgo, mainan telok abang Palembang.

Kemudian kerajinan khas Palembang selendang mudawaroh, budaya makan idangan, rumah rakit, tari lading, tari cancang, tari sambut, sanggan sirih, tari gegerit, tari erai-erai, jejuluk, sedekah serabi, sedekah rami, dan makanan gulo puan.

Warisan budaya tak benda masyarakat Kota Palemabng dan beberapa daerah Sumsel lainnya itu diharapkan bisa segera disertifikasi dan dikurasi tim Kemendikbud, untuk menjadi WBTB tingkat dunia.

Menurut dia, dalam beberapa tahun terakhir ada 34 WBTB dari Sumsel telah mendapatkan sertifikasi dari Kemendikbud yang salah satunya makanan khas pempek Palembang. Kemendikbud melakukan sertifikasi terhadap berbagai warisan budaya tak benda dari setiap daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Setiap daerah diberi peluang seluas-luasnya untuk mengajukan warisan budaya tak benda yang nantinya dikurasi oleh tim ahli warisan budaya tak benda Indonesia. Setelah melalui proses tersebut, warisan budaya yang dianggap sangat menarik dan unik serta perlu dilestarikan itu diteruskan untuk menjadi WBTB di tingkat dunia melalui Unesco.

“Melalui upaya tersebut diharapkan pempek dan WBTB lainnya yang menjadi kebanggaan masyarakat provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu tetap lestari dan mendapat pengakuan dunia,” ujar kadisbudpar.

 

 




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER