Selamat

Senin, 23 Mei 2022

KULTURA | Validnews.id

KULTURA

26 Januari 2022

17:51 WIB

YouTube Mulai Tertarik Kembangkan NFT

Ketertarikan YouTube sebagai sebuah platform besar di dunia digital, jelas menghadirkan harapan bagi industri NFT.

Penulis: Arief Tirtana,

Editor: Satrio Wicaksono

YouTube Mulai Tertarik Kembangkan NFT
Ilustrasi NFT (Non-fungible token). Shutterstock/dok

JAKARTA – YouTube mulai menunjukkan minatnya kepada non-fungible token (NFT), yang sedang berkembang pesat saat ini. Dalam sebuah surat yang dikirmkan kepada para pembuat konten, CEO Susan Wojicki mengatakan, perusahaannya sedang menjajaki agar nantinya NFT bisa menjadi sumber pendapatan bagi pembuat konten YouTube.

Dalam surat yang membahas mengenai prioritas YouTube di tahun 2022, Wojicki memang tidak mengungkapkan secara detail bagaimana YouTube akan mengintegrasikan NFT ke dalam platform mereka. Namun, dirinya menyebut bahwa Web3–istilah yang digunakan di dunia crypto untuk merujuk kumpulan teknologi berbasis blockchain–menjadi sumber inspirasi mereka untuk menghadirkan NFT ke depannya.

Menurutnya, dalam setahun terakhir di dunia kripto, NFT dan bahkan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), telah menyoroti peluang yang sebelumnya tak terbayangkan untuk menghadirkan simbiosis mutualisme antara kreator dan penggemarnya. Seperti yang terjadi saat ini.

"Kami selalu fokus untuk memperluas ekosistem YouTube untuk membantu pembuat konten memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang, termasuk hal-hal seperti NFT, sambil terus memperkuat dan meningkatkan pengalaman yang dimiliki pembuat konten dan penggemar di YouTube," tulis Wojicki dalam suratnya.

Di tengah informasi yang belum sepenuhnya jelas, ketertarikan YouTube sebagai sebuah platform besar di dunia digital, jelas menghadirkan harapan bagi industri NFT untuk semakin berkembang pesat kedepannya.

Apalagi, bukan hanya YouTube, sejumlah platform media sosial besar lainnya, seperti Twitter, Facebook dan Instagram juga secara bersamaan mulai menunjukkan ketertarikannya untuk memfasilitasi NFT masuk ke dalam platform mereka.

Twitter misalnya, baru saja memperkenalkan eksperimen pertamanya dengan NFT dengan memungkinkan penggunanya untuk menggunakan NFT sebagai foto profil mereka. Begitupun Facebook dan Instagram yang dikabarkan mulai mengembangkan pasar NFT mereka sendiri di platformnya.

Di YouTube sendiri, meski belum secara langsung diakomodir oleh platformnya, sejumlah konten kreator telah membuat video YouTube mereka menjadi NFT dan sukses menjualnya sendiri di platform berbeda.

Sebagai contoh, NFT Charlie Bit Me yang menunjukan video bayi menggigit jari saudaranya, sukses dijual seharga US$761 ribu (sekitar Rp11 miliar) dalam sebuah lelang. Begitu pun konten David After Dentist, video tentang anak yang mengalami disorientasi pasca anestesi. Sukses dijual sebagai NFT seharga lebih dari US$11 ribu atau sekitar Rp158 juta.




KOMENTAR | Validnews.id

KOMENTAR

Silahkan login untuk memberikan komentar Login atau Daftar





TERPOPULER | Validnews.id

TERPOPULER