Selamat

Minggu, 25 Juli 2021

TEKNO

22 Juli 2021|16:39 WIB

Wow! Limbah Kulit Udang Disulap Jadi Masker Antibakteri Dan Antivirus

Kitosan atau kulit udang memiliki senyawa yang bisa mematikan virus

Penulis: Chatelia Noer Cholby,

Editor: Satrio Wicaksono

ImageProses pembuatan bahan masker dari kulit udang. Ist/dok

JAKARTA – Kondisi pandemi covid-19 membuat penggunaan masker menjadi barang wajib. Bersamaan dengan itu, muncul banyak kreativitas anak bangsa untuk menciptakan masker dengan berbagai keunggulan.

Seperti inovasi masker yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR). Chitomask, merupakan produk masker kain filter antibakteri dan antivirus yang berasal dari limbah kulit udang (kitosan).

"Kitosan merupakan senyawa yang memiliki kemampuan antibakteri dan antivirus dengan mengkoagulasi protein virus, sehingga virus maupun bakteri mati," ujar Ardelia Bertha Prastika, CEO Chitomask yang dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis (22/7).

Chitomask mempunyai komposisi bahan yang mudah terurai secara alami, sehingga bisa meminimalkan limbah masker saat pandemi. Ardelia mengatakan, produknya dapat terurai dalam kurun waktu yang pendek.

"Chitomask ini tidak merusak lingkungan, untuk terurainya pun paling lama satu bulan," ucapnya.

Dalam proses tahap pra-produksi sampai produksi, membutuhkan waktu lima hari. Pertama, limbah kulit udang atau kitosan dibuat menjadi gel terlebih dahulu, hingga menunjukkan warna bening dan konsentratnya mengental.

Jika dihitung mulai dari tahapan pembuatan gel sampai coating, dibutuhkan waktu selama tiga hari. Sementara produksi filter memakan waktu dua hari, hari pertama pelarutan kitosan dan hari kedua pengovenan.   

Meskipun berasal dari limbah, Chitomask mempunyai beberapa keunggulan dari kitosan. Mulai dari senyawanya tidak beracun, tidak mengandung protein pemicu alergi, sebagai bahan alami dengan biokompatibilitas, bioaktivitas, dan keamanan biologis yang tinggi.

"Lewat produk masker yang ramah lingkungan ini, kami juga turut mendukung ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) perihal life below water untuk mencegah segala bentuk polusi kelautan," jelasnya.

Selain bermanfaat selama pandemi, produk ini ini dijual dengan harga mulai dari Rp15–32 ribu. Dengan harga yang terbilang murah, Chitomask tersebut mempunyai model trendy. Bagi kamu yang ingin punya Chitomask langsung saja pesan di Shopee dan Tokopedia.

Ardelia pun mengingatkan bahwa dampak kesehatan dan lingkungan perlu secara simultan ditangani bersama. Artinya, tidak dianggap satu lebih penting daripada yang lain. Sebab, semua masyarakat hidup berdampingan dengan lingkungan.

"Pandemi bisa saja selesai, tetapi jangan sampai lingkungan menimbulkan persoalan baru," pungkasnya.

Login atau Register untuk komentar.

ARTIKEL LAINNYA

INFOGRAFIS

TERPOPULER